Ponorogo– Economics Tour adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan mahasiswa/i program studi Ekonomi Islam semester 2 yang mempelajari instansi ataupun bisnis, yang biasanya dilakukan kunjungan ke satu daerah. Meskipun di masa pandemi ini, kegiatan Economics tour tetap berjalan dengan cara yang berbeda yakni, “workshop sharing bisnis dan pelatihan pembuatan pempek” yang dilakukan secara offline di Ponogoro.

Workshop sharing bisnis dilaksanakan pada hari hari minggu, 8 Maret 2021. Pemateri yang di datangkan dari General Manager PT Ismart bapak Fajrul Ariyadi dan pemilik bisnis Pempek Wahyusari Ponorogo Bapak Wahyu dan istrinya Ibu Sari. Acara dimulai jam 9 pagi dengan dihadiri 2 pemateri, dosen dan 21 Mahasiswa semester 2 Ekonomi Islam yang  berlansung di hall CIOS UNIDA.

Owner Pempek Wahyusari Ponorogo

Dengan tema Workshop sharing bisnis, Bapak wahyu dan Ibu Sari selaku owner Pempek Wahyusari Ponogoro bercerita tentang kepahitan saat menjadi pebisnis “bisnis itu berani rugi” ungkap bapak Wahyu. Beliau juga mengunkapkan 8 kesuksesan dari bisnis beliau, yakni : berani rugi, totalitas, silahturami, derajatkan karyawan sama seperti partner kita, jangan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tapi bisa bermanfaat bagi orang lain dan terakhir jujur.

Beda sharing cerita dari General Manajer PT Ismart bapak Fajrul Ariyadi beliau menyampaikan dalam membuat usaha tidak hanya bermodal Niat doang, tapi dibarengi dengan ilmu juga seperti rangcangan anggaran bisnis, manajemennya, dsb. Beliau juga memberi 3 kunci kepada kaum pemuda yang ingin memulai bisnis, yakni : 1)Ukur, 2)Atur, 3) Tingkatkan.

Antusias dari Madamat

Grand dari acara Economics Tour tahun ini adalah pembikinan Pempek yang langsung diajari oleh sepasang suami-istri yang sudah memulai bisnis ini pada tahun 2006 di Ponorogo. Pemilik Pempek Wahyusari Ponorogo sudah membuktikan, awal usaha pempek tidak memerlukan modal usaha, padahal beliau sempat berkata “namanya usaha itu pasti rugi”. Tapi apala daya sudah hampir 10 tahun lebih usaha pempek ini tetap eksis sampai-sampai naik kasta dari sisi konsumer yang sebelumnya bawah ketengah, sekarang tengah keatas.

Dalam pembuatan pempek yang langsung dipadu oleh bapak wahyu dan istrinya ibu Sari, tidak kalah hebat juga peserta yang menghadiri acara tersebut. Yakni madamat yang selalu membuatkan makanan bagi mahasiswa di UNIDA. Antusias mereka patut diacuhi dua jempol karena mendengarkan pemateri dengan baik dan langsung dipraktekkan ditempat. Acara berlangsung di samping gedung CIOS pada waktu jam 9 pagi bersama Pemateri, dosen, madamat UNIDA, dan mahasiswa semester 2 Ekonomi Islam. Di Penghujung acara dosen mengingatkan kembali perkataan pemateri waktu sharing bisnis kepada mahasiswa semester 2, agar membuat keputusan yang kuat dibarengi dengan niat lillahhita’ala dan ilmu yang mencukupi untuk mencapai niat tersebut.

Leave a Comment