Malang – Selasa (07/12/21) UMKM kota Malang sangat banyak jenisnya dan mampu menembus kanca internasioanl. Dari berbagai jenis UMKM, yang sangat menjadi perhatian pengolahan buah menjadi produk camilan yang unik, contohnya keripik. Dari sekian banyak keripik buah yang tersebar dikota ini, layaknya kita harus mengetahui siapakah penemu inovasi proses pengolahan buah ini. Ternyata, penemunya adalah seorang wirausahawan yang bernama Bapak Kristiawan. Hingga saat ini, produknya tetap eksis di dunia oleh-oleh yang kita kenal dengan nama So Kressh.

Pada hari kedua Study Economic yang dilakukan oleh mahasiswi semester 4 Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor dengan tujuan CV.Kajeye Food. CV. Kajeye Food merupakan sebuah UMKM yang memproduksi berbagai macam kripik  dan permen dengan lebel So Kressh  . Nama So Kressh memiliki arti So yang berarti pasti dan Kressh yang berarti renyah.

 Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Achmad Fajaruddin, M.A. selaku ketua rombongan Studi Akademik. Beliau mengatakan, “Diharapkan kedepannya mahasiswi- mahasiswi menjadi mandiri dan tidak bergantung kepada suami nantinya. Dapat membantu keluarga dalam hal financial dengan tetap menjalankan tugas  dan kewajiban sebagai seorang ibu. Ucapan terimakasih juga dihaturkan kepada  Bapak Kristiyawan yang telah senantiasa menerima kunjungan kami.”

Kemudian acara dilanjutkan dengan berbagi ilmu tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh owner So Kressh . Diawal pembukaan, beliau menuturkan bahwa ternyata mahasiswi Gontor memiliki peran ganda yaitu memberi ilmu dan mencari ilmu. Perjalanan beliau menjadi wirausahawan sudah sampai ke 17 negara yaitu beberapa Negara Asia dan Eropa. Tidak hanya itu, namun berbagai macam pengahargaan telah diraih bahkan beliau mendapat 2 kali penghargaan dari Presiden RI. Menurut beliau, dengan berkeliling dunia  selain untuk menambah ilmu serta pengalaman, juga akan menambah semangat  baru untuk berwirausaha.

            “Jika ingin menjadi wirausaha, jangan mencari gaji yang besar. Setelah lulus kuliah, jangan jadi wirausaha. Carilah pekerjaan yang sesuai dengan fashion/ ilmu yang didapat“, Pesan beliau disela pembicaraan mengenai ilmu kewirausahaan.

Dimulai dengan menjadi asisten dosen pada tahun 1991 hingga dapat mendirikan usaha keripik buah pada tahun 2001. Sejak tahun 2006, beliau juga aktif mewakili pemerintah dalam berbagai pameran hingga ke mancanegara. Adapun varian olahan keripik adalah dengan bahan dasar buah mangga, nanas, rambutan, salak, nangka, apel, labu, belimbing, pisang, melon, jambu, buah naga, dan lain sebagainya.

            Meskipun keripik ini memliki harga yang cukup mahal, namun kualitas yang diberikan sangat baik. Terbukti dengan tingkat kerenyahan yang tiada duanya. Dengan usahanya ini, berhasil mengantarkan beliau ke berbagai pameran dunia seperti pameran di Jedddah, Dubai, Mumbai, Prancis, Austri, dan lain-lain.

            Adapun cara pengolahan buah-buahan menjadi keripik adalah dengan cara dipotong-potong, kemudian di bekukan dengan suhu -40 derajat celcius  kemudian di goreng dengan menggunakan vacuum friying  dengan suhu 70-80 derajat celcius. Uniknya, meskipun sudah digoreng tidak mengubah warna asli buah yang diolah. Kerenyahan serta kelezatan yang tidak diragukan lagi tentunya didapatkan dari pembelajaran yang sangat luar biasa.

Beliau juga menjelaskan tentang perbedaan antara keripik dan kerupuk. Keripik adalah suatu yang dirajang dan goreng. Sedangkan kerupuk suatu yang diolah dengan tepung tapioca. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemmberian cinderamata dari UNIDA ke CV.Kajeye Food dan ditutup dengan keliling pabrik tempat produksi keripik buah. (Ayla)