Surabaya – (Jum’at – 24 Desember 2021), Dalam kunjungannya pada kegiatan Studi Akademik, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Kelas B (Robithoh) berkesempatan untuk belajar bersedekah sekaligus belajar mengelola zakat dan infaq di Yayasan Dana Sosial dan Wakaf Al-Falah (YDSF) Surabaya. YDSF merupakan Yayasan pengelola dana sosial yang diperoleh dari zakat dan infaq yang telah bergerak hampir selama 38 tahun atau lebih tepatnya sejak awal berdirinya yaitu pada tanggal 1 Maret 1987 yang mana menurut staf bagian humas YDSF Bapak Khoirul Anam pada ulang tahunnya di bulan Maret tahun 2022 nanti akan mengusung tema “Bersama menguatkan kebaikan” .

Yayasan ini dalam beberapa misinya yaitu meningkatkan kualitas sekolah-sekolah Islam, menyantuni anak-anak yatim dan anak terlantar, membantu pengembangan dan pembangunan masjid-masjid, membantu dakwah para da`i yang bertempat di daerah-daerah terpencil di Indonesia dan memberikan kemanusiaan yaitu korban-korban bencana alam dan keluarga dhuafa`.

Yayasan ini memiliki Dewan Pembina yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA. yang mana merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam menjalankan program-program kerjanya mereka berprinsipkan Amanat, Profesional, Transparan, Independen, Adil, Responsif dan Kooperatif. Sebagaimana yang telah tertulis dalam visi dan misi dalam Yayasan ini mereka memiliki program-program kerja yang sasarannya yaitu pada bidang Pendidikan, Yatim piatu, Kemanusiaan, Masjid dan Dakwah. Yayasan ini telah menyalurkan  dana sosialnya kepada seluruh pelosok daerah di dalam negeri dan beberapa negara di luar negeri seperti; Palestina, Myanmar dan beberapa negara di Afrika.

Dalam proses perolehan dananya mereka mengumpulkan donasi-donasi dari para donatur yang mana prosesnya para donatur dapat menyerahkannya secara langsung ke kantor yang telah tersebar atau dapat melakukannya via transfer melalui bank,kemudian dana tersebut dicatat dan divalidasi melalui komputer dan kemudian dana tadi dikumpulkan untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak untuk memperoleh dana tersebut.Sedangkan proses penyaluran dana YDSF menyalurkan kepada beberapa pihak yang mengajukan permohonan dana melalui proposal dan juga mereka dapat menyalurkan dana secara langsung kepada yang berhak untuk memperoleh dana tersebut berdasarkan informasi yang mereka dapat.

Dalam penyaluran program-program kerjanya mereka banyak memprioritaskan kepada Sektor Pendidikan. Dan beberapa dari program-program kerja mereka yaitu; dalam sektor Pendidikan seperti Program Sekolah Berdaya Indonesia yang membantu operasional sekolah-sekolah Islam yang membutuhkan, Program Guru Berdaya Indonesia yang membantu guru-guru TK dan SD yang di pelosok perbatasan di Indonesia untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1, Program Ruang Belajar yaitu program untuk membantu pendampingan guru-guru relawan belajar daring dan di masa pandemi ini juga membantu anak-anak dhuafa` yang akan belajar via daring dengan membelikan gawai untuk mereka belajar.

Di samping sektor Pendidikan YDSF juga membuat program Peduli Yatim yang mana membantu anak-anak yatim piatu, orang tua yatim piatu dan Panti Asuhan. Kemudian juga di sektor dakwah yang mereka beri nama Program Dakwah Lentera Negeri sebagaimana mereka memberikan dana kepada UNIDA Gontor yaitu dalam Program Kaderisasi Ulama` (PKU) dan membantu proses pembangunan masjid-masjid dan kegiatan-kegiatan untuk memakmurkan masjid. Dan dalam sektor kemanusiaan mereka membuat program yaitu Sejahtera Insan Indonesia yaitu dengan membantu korban-korban bencana alam dan membantu permodalan kepada usaha-usaha mikro kecil menengah melalui  program yang mereka beri nama KUM (Komunitas Usaha Mandiri). (Sya’roni)

Reviewer Berita: Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E., & Meichio Lesmana, M.E.