Yogyakarta-(29/11/2021) Tiga dari mahasiswi Ekonomi Islam sedang malaksanakan kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) yang bertempat di PT. HS Silver. Sebuah perusahaan perak yang berdiri sejak tahun 1953 di wilayah Kotagede, Yogyakarta Indonesia. Kotagede sejak zaman Mataram Islam sudah terkenal dengan kerajinan peraknya. Bapak dan Ibu Harto Suharjo selaku pendiri, tertarik dengan bisnis ini dan mendirikan toko perhiasan yang kemudian sampai saat ini dikenal dengan PT. HS Silver. PT. HS Silver merupakan perusahaan yang memproduksi perak berkualitas untuk pasar lokal maupun luar negeri.

Proses Filigree

Salah satu ciri khas kerajinan perak yang ada di kotagede adalah filigree. Filigree adalah kerajinan perak yang dihasilkan dari benang perak yang disusun atau dibentuk menjadi model yang diinginkan. PT. HS Silver menawarkan desain yang unik dengan motif yang khas, menonjol, dan ornament yang bervariasi didukung dengan teknik filigree yang sangat detail. PT. HS Silver telah menghasilkan lebih dari 5000 desain dan selalu berinovasi untuk mengembangkan desain unik lainnya. HS Silver berkomitmen untuk tetap menjaga kearifan lokal dan warisan budayanya dalam menjaga kualitas produk.

Tujuan memilih tempat SPL di PT. HS SILVER yaitu agar mahasiswi mengetahui secara luas tentang dunia marketing. Terutama problematika bisnis sekarang ini yaitu semua perusahaan harus mendalami dunia digital marketing guna menarik minat pembeli. Hal inilah yang belum semua orang terutama perusahaan pahami. Kemudian, sejak adanya pandemi, bisnis ini mulai turun dari segi keminatan nasional maupun internasional. Tetapi, di penghujung tahun 2021 ini pendapatan dapat meningkat kembali. Maka dari itu, ketiga mahasiswi ini ingin mengkaji lebih dalam mengenai manajemen bisnis perusahaan yang telah go internasional dari segi marketing dan strategi ekspornya. (Fenita, Amin Fonda, Pooja)