Ponorogo-Senin (06/12/21) kegiatan diawal Economic Visit dengan Sharing Session penguatan mahasiswi dalam bidang ekonomi bisnis diadakan dalam bentuk workhop Economic Creative. kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswi Ekonomi Islam semester 2 dan dosen pembimbing yaitu, Ari Rachmat Sunjoto, M.A., Miftahul Huda, M.E., dan AmatullahNur Afifah, S.E., M.H. sebagai narasumber kegiatan ini adalah Wahyudin, S.H.I., dan bunda Sari dengan brandnya Pempek Wahyusari dan Nusa Dewa Harsoyo, S.H.I., M.A.

awal merintis sebuah usaha tidaklah mudah, tepatnya 8 Juni 2006, tepatnya hari kamis, wahyusari memulai usaha pempek Karena kekurangan modal Wahyusari memulai usahanya dengan berjualan di trotoar Jl. Juanda Ponorogo. Dengan modal yang sangat tebatas dan penghematan biasa gerobak pertama dibuat sendiri bahkan sampai menjual cincin pernikahan. Memasuki bulan ke tiga, Wahyusari membuka cabang ke 2 di utara alun-alun Kabupaten Ponorogo dan mulai merekrut karyawan.

Owner ‘Pempek Wahyusari’ Wahyudi dan Bunda Sari

“Modal utama Bismillah dan keberanian”, ungkap Ust Wahyudi, S.H.I. sebagai Pemilik Pempek Wahyusari, yang mana brand ini diambil dari nama Wahyu dan Sari. “merugi bukan alasan untuk berhenti, tapi memberi kesempatan untuk belajar kembali”, tambahnya

Memasuki era digital sangat diperlukan kolaborasi dan sinergisitas, ini membutuhkan inovasi, kreativitas, adaptasi, dan evaluasi. Hal ini akan menumbuhkan jiwa enterpreneur dalam manusia itu sendiri. Pemerintah, akademisi, ulama, media, masyarakat contoh dari integritas kebijakan yang berlaku dalam memajukan sebuah usaha.

Sesi Tanya Jawab Peserta Economic Visit

Bunda Sari istri dari Ust Wahyudi mengungkapkan, “awal pandemi Wahyusari menerapkan filosofi elang; elang itu ketika ada badai angin yang mana  burung-burung lain menjauhi badai, elang malah masuk kepusaran angin agar bisa melejit lebih tinggi”. Frozenfood menjadi solusi dalam mengahadapi pandemi. Jadi pempek yang diproduksi dan dipacking sedemikian rupa agar tetap aman dan dapat dikonsumsi dengan baik.

“Memulai Usaha Butuh KEBERANIAN, Membesarkan Usaha Butuh ILMU”

Bisnis yang memberi manfaat terhadap keluarganya sendiri, tentunya hal ini hanya diniatkan untuk memperbanyak benefit individual. Senadainya para pelaku usaha menerapkan Islamic business maka akan mendapatkan dua keuntungan dunia dan akhirat. Inilah kelebihan yang jarang dimiliki oleh pelaku usaha. (M.Huda)