Mantingan-Ahad (05/12/21)  Universitas Darussalam Gontor sebagai universitas yang berbasis pesantren ikut serta dalam berkontribusi untuk merealisasikan perekonomian umat dalam wadah studi ekonomi Islam. Program Studi Ekonomi Islam menjadi salah satu prodi yang memberikan kepada mahasiswanya untuk berperan aktif dalam mengembangkan keilmuan dalam berekonomi secara benar sesuai dengan syariat Islam. Penerapan dalam bangku kuliah dengan keilmuan secara praktis harus ditemukan titik temu untuk menyelaraskannya. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Economic Visit dan Studi Akademik, dan seluruh mahasiswi Semester dua dan empat.

Arahan Kegiatan SA & EV oleh Ust Ari Rachmat Sunjoto, M.A.

Kagiatan ini merupakan wadah pengembangan wawasan akademik dan diharapkan mampu menjadi pemantik. Kedepannya kegiatan ini menjadi salah satu modal utama bagi mahasiswi untuk menjalankan perannya, yaitu kembali kepada masyarakat dan memiliki ambisi menjadi “agent of change”.

Wujud dari suport terhadap mahasiswanya maka diadakanlah kegiatan Economic Visit dan Studi Akademik oleh mahasiswi semsester 2 (Economic Visit) dan 4 (Studi Akademik). Tahun ini kedua kegiatan tersebut diadakan di 3 kota , yaitu Surabaya, Malang, untuk Studi Akadmik dan Ponorogo untuk Economic Visit. Sedangkan kunjungan yang akan dilakukan dalam Studi Akademik adalah Tiara Handicraft, BSI (Bank Syariah Indonesia), Malang Strudel, PT. Kajaye Food, CV. Putri Alin Jaya, dan  Catering Bu Djito. Tujuan kegiatan economic Visit yaitu Workshop bersama pengusaha Empek-Empek Wahyu Sari, Yayasan Yatim Mandiri, UD Dwi Rifyanto, Bank Mu’amalat, La Tansa Departement Store.

kita semua bertanggung jawab atas diri kita masing-masing, jaga diri dan etika…” ungkap Ari Rachmat Sunjoto, M.A. dalam sambutannya. Pembuatan laporan selalu diingatkan dalam setiap kegiatan, baik itu berita acara ataupun laporan wajib ketika selesai kegiatan. “antunna harus terus belajar menulis laporan atau berita acara yang baik, dari setiap kegiatan ketika EV ataupun SA” imbuhnya. Setiap mahasiswi harus siap dengan segala pertanyaan dan ‘ke kepoanya’ disetiap instansi.

“Bergeraklah Karena Didalamnya Terdapat Barokah”

Kegiatan ini bisa menjadi pemantik bagi seluruh mahasiswi karena mereka akan sedikit banyak menemukan hal-hal yang menarik dan itu tidak mereka temukan di kelas. Keaktifan peserta dalam bertanya dan tingkat keingintahuan yang tinggi menjadi bekal utama agar mereka mendapatkan manfaat yang lebih setelah mengadakan kegiatan ini. (M.Huda)