UNIDA Gontor – Menjaga dan menghafalkan ayat suci al-Qur’an merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan serta dilaksanakan oleh setiap Muslim. Karena al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Selain itu, menghafalkan al-Qur’an juga merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa UNIDA Gontor. Kegiatan ini disebut dengan program tahfidz yang dikoordinir oleh Markaz al-Qur’an UNIDA Gontor.

Dengan adanya hal tersebut Program Studi Ekonomi Islam mengadakan karantina tahfidz untuk menunjangan kebutuhan mahasiswa dan memberikan suasana yang dapat memberikan semangat dalam menghafal al-Qur’an.

Tema yang diambil yaitu:

Membangkitkan Semangat Ibadah dengan Menghafalkan Al-Qur’an”

Hafalan al-Qur’an ini dilaksanakan pada hari Ahad, 18 Juli 2021, yaitu tepat pukul 17.00 – 19.00 WIB, bertempat di Lobby Gedung CIES Lantai 1. Diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Lintas Semester dan Muhafidz Staf Sarjana Strata S-1 yang berkhidmah di UNIDA Gontor. Muhafidz Staf memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mensetorkan hafalan di setiap semester. Selain Muhafidz juga dibina dan dikoordinatori oleh dosen-dosen Program Studi Ekonomi Islam.

Karantina tahfidz ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam dalam menghadapai ujian hafalan al-Qur’an mendatang. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan lulusan Prodi Ekonomi Islam menjadi lulusan yang memiliki jiwa-jiwa Islami seperti yang telah tercantum dalam visi – misi UNIDA Gontor.

Acara ini dimulai dari setoran hafalan untuk mahasiswa yang sudah menghafal dan mahasiswa yang masih belum menghafalkan dapat menghafalkan di tempat. Setiap mahasiswa diberikan batas minimum hafalan setengah juz pada semester ini. Adapun selama menjadi mahasiswa di UNIDA Gontor diwajibkan menghafal minimal 4 juz al-Qur’an, pada tahun pertama menghafalkan juz 29, tahun kedua juz 1, tahun ketiga juz 2 dan tahun keempat juz 3. Acara dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari dosen untuk teman-teman mahasiswa yang disampaikan oleh Al-Ustadz Meichio Lesmana, M.E., kemudian diakhiri dengan do’a. (Ghazy Triyatno)

Leave a Comment