Surabaya – Jum’at, 24 Desember 2021 merupakan hari kedua kegiatan Studi Akademik bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNIDA Gontor Kelas B (Robithoh). Rihlah yang sarat keilmuan ini dilaksanakan dengan kunjungan ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Kehadiran rombongan mahasiswa langsung disambut dengan penuh kehangatan oleh jajaran struktural Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, yang diwakili oleh Bapak Andrio Himawan Wahyu Aji, S.H., M.H. selaku Sekretaris Kantor Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur sekaligus memberikan pengenalan singkat mengenai profil dan hasil pencapaian instansi Dinas Koperasi dan UKM dalam 5 tahun terakhir. Selanjutnya, sambutan dari pihak rombongan mahasiswa disampaikan oleh Dosen Pembimbing, Al-Ustadz Muhammad Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E. sekaligus menjelaskan tujuan kunjungan studi akademik ini kepada tuan rumah.

Tugas dan peran yang dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur selama ini berdampak besar terhadap peningkatan laju perekonomian negara, khususnya bagi pemberdayaan ekonomi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah agar lebih kuat. Lebih dari pada itu, Dinas Koperasi dan UKM menjelaskan peran penting Koperasi dan UKM terhadap perekonomian negara, khususnya yang berada di Jawa Timur. Kontribusi PDRB Jawa Timur itu sendiri terhadap PDB Nasional telah mencapai 14,58% dengan beranggotakan 4,14 juta orang, dan karyawan 156 ribu orang di sektor koperasi dan UKM. Nilai kontribusi tersebut merupakan hasil akumulasi dari beberapa sektor, di antaranya yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor pertanian dan 14 sektor lainnya.

Berdasarkan data sensus ekonomi tahun 2016 tercatat jumlah pelaku usaha UKM di Jawa Timur saja mencapai 9,78 juta orang. Menariknya adalah muncul sebuah pertanyaan sederhana, apakah jumlah pengusaha UKM yang terdata tersebut sudah memadai dalam pembangunan ekonomi masyarakatnya atau pihak birokrat terkait masih akan melakukan peningkatan jumlah pelaku UKM? Merespon isu tersebut, Dinas Koperasi dan UKM menilai jumlah yang ada itu saja sudah sangat banyak, meskipun jika masih ada penambahan jumlah pelaku UKM tidak akan dibatasi, namun pihak Dinas Koperasi dan UKM lebih memfokuskan pada upaya peningkatan kualitas produk yang dihasilkan para pelaku UKM yang ada ini, terutama untuk menjawab tantangan daya saing produk di pasar. Data jumlah pelaku UKM yang ada di Jawa Timur saat ini sudah menduduki posisi ke 2 di pulau Jawa dalam nilai kontribusinya kepada negara dengan persentasi 25,33% setelah Provinsi Jawa Barat dengan persentasi kontribusi 29,36%.

Program-program yang ada di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang sedang digarap hingga saat ini yaitu: peningkatan mutu kelembagaan koperasi dan UKM, peningkatan mutu SDM, peningkatan mutu produk Koperasi dan UKM, penguatan akses permodalan, dan perluasan akses pemasaran secara offline dan online. Bahkan di sela-sela masa pandemi Covid-19, Dinas Koperasi dan UKM terus melakukan pelatihan kepada para pelaku UKM dalam meningkatkan kualitas produk agar lebih memiliki nilai jual, pelatihan tersebut dilakukan baik secara online maupun offline, layanan online sendiri dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi “SI JAWARA”.

Peningkatan daya saing produk dari para pelaku UKM sendiri khususnya dalam perdagangan ekspor tidak lepas dari bantuan serta arahan Dinas Koperasi dan UKM, namun untuk mendukung kegiatan tersebut, pelaku UKM harus sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Misalnya dengan penggabungan beberapa pelaku UKM dengan varian produk yang sama dan diikutkan dengan sebuah perusahaan ekspor yang dapat membuka jalan bagi para pengusaha UKM agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Perlu diketahui bahwa kontribusi K-UKM di Jawa Timur sangatlah penting terhadap kemajuan perekonomian khususnya di dareah Jawa Timur sendiri. Maka kehadiran serta penyelaman ilmu yang dilakukan oleh mahasiswa ini dapat menambah wawasan yang lebih dan diharapkan dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, dan yang lebih penting lagi mahasiswa mampu menjadi pelaku yang mampu mendorong perekonomian Indonesia agar semakin pulih dan menjadikan produk UKM yang diproduksi sendiri oleh masyarakat dan dibeli juga oleh masyarakat. Sebuah jargon yang selalu diusung oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur untuk kesuksesan program ini yaitu: “Ayo Bela Beli Produk Indonesia”. (Fikri Imanuddin & Wildan Taqiyuddin)

Reviewer Berita:

  1. Mufit Afif, Lc., M.A.
  2. Alfan Rumasukun, S.H.I, M.E.
  3. Meichio Lesmana, M.E.
  4. Ahmad Suminto, S.H., M.E.