Yogyakarta-(02/12/2021) Memasuki era industry 5.0, aeorang pengusaha dituntut untuk mengemas dan mempromosikan usahanya dalam bentuk digital. Segala aspek kehidupan manusia telah mengalami digitalisasi, baik dalam segi pembayaran infrastruktur, berbelanja, hingga pemesanan ojek, mobil, atau makanan. Tak heran, bila dompet digital seperti gopay, shopee pay, OVO, danaku, dll semakin marak digunakan.

Salah satu bidang usaha yang bergerak dalam bidang digital adalah Webane. Terletak di daerah Condongcatur, Sleman, Jogjakarta, usaha ini didirikan pada tahun 2013, saat fintech belum marak dipasaran. Wawan Sugianto (CEO dan Founder Webane) menjelaskan bahwa bisnisnya konsen mendalami pembuatan website dan maintenance.

Peserta Studi Praktek Lapangan di Webane

Melihat adanya keterkaitan antara Islam dan Digital, Webane dianggap cocok menginterpretasikan era bisnis digital 5.0. Sehingga patut digali lebih dalam mengenai cara alumni Gontor ’99 ini menggerakkan bisnisnya. Mengingat apa yang digelutinya bukanlah hasil dari ilmu dari Pendidikan formal. “

“Saya belajar website ketika sedang menempuh S-1 di Al-azhar, Cairo. Karena beasiswa saja tidak dapat menutup kebutuhan sehari-hari, maka saya bekerja sebagai penjaga warnet untuk menambah penghasilan. Dari sanalah saya belajar membuat website secara otodidak” tutur ketua Forbis Jogja, yang akrab dipanggil Wasugi itu.

Pendalaman materi dilakukan oleh mahasiswi Ekonomi Islam semester 6 dalam program Studi Praktek Lapangan (SPL). Mereka adalah Athaya Alfira (kiri), Elisa Amali (tengah), dan Fiula Nafiah (kanan). Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 29 November s.d 9 Desember 2021. Beberapa materi yang dipelajari antara lain analisa jenis content, identifikasi trends, re-narasi berita, serta website dan social media maintenance.

Dalam program ini, mahasiswi diharap mampu menerapkan teori ekonomi Islam yang telah dipelajari. Serta melihat secara langsung praktek bisnis atau keuangan pada instansi terkait dengan metode practicing. Sehingga, diharapkan mampu menganalisis strength, weakness, opportunities, dan threats dari masing-masing tempat SPL.

Peserta SPL yang sedang mengerjakan project Webane

Output yang diharapkan dari Webane adalah kemampuan Mahasiswi dalam mengelola suatu website. Mulai dari tahap konsepsi, penyusunan naskah, design grafis, layout, hingga pada tahap maintenance atau pemeliharaan.(Elisa, Athaya).