ei.unida.gontor.ac.id – Tidak hanya pandai dalam menulis mahasiswa-mahasiswi juga harus mampu mengaktualisasikan diri dalam menyampaikan argumentasi dan berfikir kritis untuk menghadapi suatu masalah. Hari Jum’at, 17 September 2021 setelah pembukaan UNIDA IS ME 5.0, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan beberapa cabang lomba salah satunya adalah Lomba Debat Ekonomi Islam. Dalam perlombaan tersebut harapannya para peserta dari mahasiswa- mahasiswi Prodi Ekonomi Islam dapat menyampaikan pemikiran, gagasan dan argumentasinya secara ilmiah, kritis, tajam dan berbobot. Adapun tema debat adalah “Urgensi dan Implementasi Islamic Financial Technology (Fintech) di Masa Pandemi Covid-19”.

Acara debat dipimpin oleh Mohammad Ali Ramadhan (mahasiswa Prodi Ekonomi Islam semester 3) sekaligus sebagai moderator yang memandu jalannya debat. Acara dimulai dengan pembacaan ketentuan dan peraturan debat. Kemudian disusul dengan pelaksanaan debat, yang terdiri dari 4 tim (kelompok) terpilih dalam seleksi untuk maju ke semifinal. Kelompok 1 diketuai oleh Mohammad Thomy Ilman dari Kampus Siman, kelompok 2 diketuai oleh Muhammad Lukman Hanif dari Kampus Robithoh, kelompok 3 diketuai oleh Yuliathi Nur Aini dari Kampus Mantingan Reguler, dan kelompok 4 diketuai oleh Elisa Amali Pristawati dari Kampus Mantingan Guru.

Debat Ekonomi Islam UNIDA IS ME 5.0 dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai, secara online melalui Platform Zoom. Lomba Debat Ekonomi Islam ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi Prodi Ekonomi Islam lintas semester Kampus UNIDA Gontor. Tim atau kelompok debat terdiri dari 3 mahasiswa/i, yang masing-masing strategi materi debat telah diatur sebelumnya. Dalam peraturannya pembicara diberikan waktu 5 menit untuk menyampaikan problem yang diangkat dan argumentasinya secara jelas. Selanjutnya kesimpulan disampaikan setelah seluruh pembicara menyampaikan argumentasinya dalam waktu 2 menit. Syarat yang unik dari lomba debat kali adalah peniadaan interupsi, dikarenakan lomba dilaksanakan secara online.

Rundown Debat Ekonomi Islam diawali dengan babak semifinal, babak pertama yakni Mahasiswa Kampus Robithoh VS Mahasiswi Kampus Mantingan Guru dengan mosi financial technology adalah ancaman bagi perekonomian Indonesia di masa pandemi. Disusul dengan babak kedua yakni Mahasiswa Kampus Siman VS Mahasiswi Kampus Mantingan Reguler dengan mosi tingkat investasi sebagai tolak ukur kesejahteraan perekonomian Indonesia.

Semifinal ini dilaksanakan dengan serius, menegangkan, antusias dan semangat para peserta mewarnai semifinal ini. Bertindak sebagai dewan juri debat adalah Al-Ustadz Adib Susilo, M.S.I. dan Al-Ustadz Alfan Rumasukun, M.E., melalui diskusi juri debat akhirnya terdapat 2 kelompok yang menuju final yakni kelompok mahasiswi Mantingan Reguler dan kelompok Mahasiswi Mantingan Guru.

Setelah istirahat beberapa menit, dilanjutkan dengan sesi final yakni kelompok mahasiswi Mantingan Reguler VS kelompok Mahasiswi Mantingan Guru dengan mosi “Teknologi sebagai Faktor kenaikan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia”. Kelompok Mantingan Guru sebagai Pro dan kelompok Mantingan Reguler sebagai kontra. Final berlangsung dengan pemaparan argumentasi yang ilmiah, kritis, tajam dan berbobot dan diwarnai saling membantah argumentasi dan pendapat lawan oleh masing-masing kelompok.

Alhamdulillah…..Pelombaan debat Ekonomi Islam berlangsung dengan lancar. Acara diakhiri dengan pemberian komentar dan masukan  dari para dewan juri dan ditutup langsung oleh moderator. Dan pengumuman pemenang akan diumumkan ketika penutupan UNIDA IS ME 5.0 2021 mendatang. (M. Ali Ramadhan)

Leave a Comment