UNIDA IS ME 4.0 Menjadi Pendobrak Olah Fikir Mahasiswa

Ponorogo – Beribu langkah yang bermakna untuk melewati acara spesial, tepatnya pada 8-9 Oktober 2020 terdapat acara UNIDA IS ME 4.0. Spesialnya, acara UNIDA IS ME 4.0 tetap dilaksanakan beriringan dengan pandemi Covid 19 di Indonesia. Terdapat lima kategori yang diperlombakan, yaitu: Cerdas cermat, debat, LKTI, Poster, dan fotograpi.

Pembukaan kali ini diisi oleh Pak Dekan Fakultas Ekonomi Dan Menejemen, Ustadz Dr. Khoirul Umam M.Ec.  Dalam sambutannya beliau berpesan dalam hal pentingnya acara UNIDA IS ME 4.0, “acara seperti ini menjadi ajang yang dilakukan tiap tahunnya dan jangan sampai dihilangkan oleh generasi setelahnya.”

Seminar “Pemanfaatan Media Digital Untuk Mengoptimalkan Zakat” diisi oleh Al-Ustad Royyan Ramdhani Djayusman

Pembukaan kali ini dilanjutkan dengan Seminar yang diisi oleh Ustad Royyan Ramdhani Djayusman, M.A. dengan judul  ‘Pemanfaatan Media Digital Untuk Mengoptimalisasi Zakat.’ Seminar yang beliau sampaikan menerangkan bahwasanya media digital adalah tempat informasi dengan menggunakan alat digital. Ungkapan Ustadz Royyan ketika mengisi materi dan tujuan dari pembahasan ini adalah mengurangi cost operasional penyambilan dana muzaki dan demi menjaga kita dari covid-19.

Perlombaan pun dimulai yang dilaksanakan di Gedung Utama Baru Lt.3. Ruangan yang dipakai antara lain 320 sampai 326. Acara dilaksanakan pada saat itu juga hingga sebelum waktu sholat jum’at tiba. lomba pun berjalan dengan tertib dan khidmat hingga sebelum datang waktu Sholat jum’at.

Pembagian hadiah kepada pemenang lomba UNIDA IS ME 4.0

Di pengujung acara penutupan UNIDA IS ME 4.0 dan Pembagian Hadiah akan segera dimulai. Pembagian hadiah diserahkan kepada masing-masing pemenang lomba oleh Al-Ustadz Mufti Afif L.c., M.A. selaku Kaprodi Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor.

Perlombaan ini bertujuan untuk melatih mental mahasiswa dan juga menambah pengalaman serta wawasan mahasiswa tentang perlombaan untuk kedepannya. Tidak hanya itu, panitia pun dilatih untuk menjadi orang-orang yang disiplin dan bertanggung jawab atas suksesnya acara tersebut. walaupun yang mengikuti adalah mahasiswa semester atas tetapi kewajiban atas suksesnya acara menjadi prioritas panitia. “Siap memimpin dan siap dipimpin” adalah moto pondok yang selalu dipegang teguh dari dahulu kala. Karena amanat akan dipertanyakan suatu saat nanti kelak. (Zarel dan Rofi)

Leave a Comment