Tiga Hal Penting yang Sering Dilupakan Mahasiswa Akhir

1. Olahraga pagi

Sebagian mahasiswa akhir yang sedang on fire dalam penulisan skripsi atau tugas akhir sering bekerja hingga larut malam. Kondisi ini menyebabkan mereka melanjutkan istirahat tidurnya setelah subuh. Tidur pagi setelah shalat subuh ternyata berdampak negatif terhadap kondisi mahasiswa baik secara lahir maupun batin.

Tidur Pagi

Hal ini dapat dilihat dari penelitian yang menyimpulkan bahwa tidur pagi (setelah Subuh sampai sebelum Dzuhur) dapat menyebabkan emosi kurang stabil (depresi), sulit berpikir dan konsentrasi, mudah lupa dan lesu seharian. Resiko di atas sangat berpotensi mengganggu aktivitas mahasiswa akhir.

Sebagai contoh, ketika mahasiswa akhir mudah depresi (termasuk “baper”), mereka akan sulit bertahan dalam menghadapi tantangan dan problematika di semester akhir yang tentunya tidak mudah, seperti perbaikan nilai, pengerjaan tugas dan proses bimbingan skripsi dengan dosen denga segala suka dan dukanya.

Artinya, apabila seorang mahasiswa cepat depresi, ia akan lebih mudah putus asa jika menerima konsekuensi revisi skripsi dari dosen pembimbing. Adapun resiko berupa konsentrasi yang lemah, mudah lupa juga sangat signifikan berpengaruh dalam penulisan skripsi, apalagi resiko lesu seharian.

Selain dampak psikologis di atas, tidur pagi juga berpotensi menyebabkan beberapa penyakit fisik seperti diabetes, obesitas, gangguan jantung, kanker dan sakit kepala. Oleh karena itu, akan lebih bijak jika waktu pagi setelah shalat subuh dan mengaji diisi dengan olahraga pagi agar kondisi fisik dan psikis menjadi sehat.

2. Backup file skripsi berkala

Tidak sedikit mahasiswa akhir yang sedang menulis skripsi mengalami depresi mendalam ketika laptop dan file skripsi di dalamnya rusak atau hilang. Kondisi ini tentunya akan lebih parah jika dokumen tersebut belum sama sekali di backup.

Akibatnya, mahasiswa yang mengalami kasus ini banyak yang patah semangat dan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali bangkit. Oleh karena itu, hal ini dapat dihindari dengan cara melakukan backup file skripsi secara rutin dengan berbagai metode.

Di antara metode yang umum dilakukan adalah melakukan penyimpanan melalui perangkat keras seperti flashdisk, external hard drive, CD/DVD. Selain itu, ada cara yang lebih mudah dan murah bahkan gratis, yaitu penyimpanan berbasis cloud via internet seperti google drive, one drive, icloud, dropbox dan via email.

Di samping metode backup berbasis teknologi dan internet di atas, perlu juga dilakukan backup dengan cara tradisional yaitu dengan mencetak draft skripsi secara berkala. Artinya, ketika mahasiswa akan berkonsultasi kepada dosen pembimbing, tentunya mahasiswa tersebut akan membawa printout atau hardcopy dari skripsinya.

Sebagai contoh, untuk konsultasi bab pertama perlu membawa draft yang sudah diprint, begitu pula konsultasi setelah revisi. Sehingga setiap kali konsultasi usahakan selalu membawa print out draft skripsi. Untuk keperluan backup, simpanlah draft tersebut di dalam map atau folder khusus di lemari anda.

Dokumen ini akan sangat berharga ketika semua backup via hardware dan teknologi tersebut di atas tidak dapat diakses atau error. Dengan kumpulan printout ini mahasiswa dapat menulis ulang skripsinya, yang mana hal ini lebih ringan dibandingkan dengan hilangnya semua file tanpa sisa dan jejak sama sekali. Oleh karena itu, sangat diperlukan melakukan backup secara rutin dan menggunakan lebih dari satu metode atau tempat.

3. Shalat berjamaah di masjid

Sebagai mahasiswa akhir, yang hampir menyelesaikan studinya, tentunya ilmu yang dipelajari dan didapat lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa semester di bawahnya.

Berdasarkan konsep iman, ilmu dan amal yang saling terkoneksi, adalah sangat logis jika semakin banyak ilmu tentunya semakin banyak amal shalih dan ibadahnya. Artinya, mahasiswa akhir seharusnya lebih giat mendekatkan dirinya kepada Allah swt, karena pada hakikatnya ilmu yang dipelajari akan mengantarkan diri seseorang lebih mengenal Sang Pencipta.

Oleh karena itu, shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu wujud kesyukuran dan usaha mendekatkan diri kepada Tuhan alam semesta. Selain itu, dengan shalat berjamaah di masjid setiap orang akan terpengaruh dengan energi positif yang ada di masjid tersebut.

Misalkan, motivasi untuk shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah akan lebih tinggi dibandingkan dengan shalat sendirian di rumah, karena melihat jamaah lain yang melakukan shalat sunnah rawatib tersebut di masjid. Contoh lainnya adalah pengaruh positif dari berdzikir dan membaca al-Quran yang tentunya auranya berbeda dengan di asrama atau di rumah.

Selanjutnya, dengan mengunjungi masjid, kesempatan untuk bertemu teman bahkan dosen lebih terbuka lebar. Artinya, mahasiswa semester lanjut dapat bertemu dengan dosen atau dosen pembimbing meskipun hanya untuk bersalaman.

Aktivitas ini sangat krusial, karena dalam konteks pesantren, apabila seorang santri (mahasiswa) bersalaman dengan ustadznya (dosen), disadari atau tidak, seorang guru akan mendoakan muridnya ketika bersalaman meskipun dalam hati.

Selain itu, keistimewaan masjid sebagai tempat suci, akan mempercepat terkabulnya doa. Oleh karena itu, penting untuk bertemu, bersalaman dan meminta doa kepada para dosen setelah shalat berjamaah di masjid. Wallahu A’lam Bishawab.

Al-Ghazali Permai, 13 Jumadil Awal 1441/9 Januari 2020

Royyan R.Djayusman

Referensi:

1. https://doktersehat.com/bahaya-tidur-pagi/

2. https://www.alodokter.com/ini-bahaya-tidur-pagi-yang-bisa-sebabkan-gangguan-medis

3. https://www.idntimes.com/tech/trend/izza-namira-1/cara-backup-data-terbaik/full

4. https://www.nbcdns.com/2017/04/cara-backup-data-penting.html

5. https://blog.ruangguru.com/jaga-data-skripsi-dengan-10-trik-ini

Leave a Comment