Tau’iyyah Bapak Rektor di Musholla UNIDA Putri

Sabtu Ba’da Maghrib adalah malam yang menggembirakan bagi mahasiswi UNIDA karena bapak Rektor berkesempatan untuk memberikan Tauiyyah Addiniyah. Beliau menyampaikan tentang pentingnya agama pada setiap lini kehidupan. Islam memberikan tuntunan kehidupan yang jelas. Yahudi mementingkan kehidupan dunia dan tidak menghiraukan kehidupan ukhrowi. Kemudian ajaran nasrani datang dengan mementingkan kehidupan akhirat dan tidak menghiraukan kehidupan dunianya sehingga tidak menikah karena untuk mengekang hawa nafsunya dan mengharamkan makan daging.

Islam datang sebagai perbaikan dari kerusakan ajaran dari agama-agama sebelumnya. Dalam Islam ada Tawasuth tidak melarang menikah, namun menikah juga dibatasi. Dalam Islam, tidak melarang manusia untuk menjadi kaya.

Juga Islam mengajarkan tawasuth tidak terlalu jabariyyah dan tidak terlalu Qodariyyah. Maksudnya Allah memberikan kuasa kepada kita dalam kehidupan untuk berusaha, sehingga kita juga berdoa kepada Allah. Setelah kita berusaha maka kita berikan sepenuhnya kepada Allah. Karena kita percaya bahwa Allah yang menjadikan kita berhasil atau fasil.

Bukan hanya pasrah kepada takdir namun tidak berusaha, maka ini disebut jabariyah. Karena mereka beranggapan bahwa semua sudah ditentukan oleh Allah, sehingga mereka tidak mau berusaha sedikitpun. Maka ajaran Islam tidak jabariyah ataupun Qodariyah. Ada tawasuth dalam kehidupannya. (Andi Triyawan)

Leave a Comment