Tahun Kedua Kunjungan Kementrian Agama RI Dalam Rangka Diklat Teknis Substantif Kewirausahaan Pondok Pesantren

Program Studi Ekonomi Islam diberi amanah kembali untuk menjadi panitia dalam pelaksanaan Diklat Teknis Substantif Kewirausahaan Pondok Pesantren. Acara ini merupakan program tahunan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementrian Agama RI. Tahun 2019, Kementrian Agama RI kembali memilih Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai salah satu tempat pelaksanaan diklat tersebut. Sebanyak 30 peserta dari 30 provinsi perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia mengikuti program diklat di Wisma IKPM, Gontor. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat hingga Selasa, 11-15 Oktober 2019.

Sambutan dari Bapak Efa Ainul Falah Kemenag RI

Kepala Bagian Penyelenggaran Diklat pada Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementrian Agama RI, Efa Ainul Falah, M.A. dalam sambutan pembukaan menjelaskan diklat ini bertujuan agar pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia dapat menambah jiwa enterpreneurship dalam mengelola usaha pada pondok pesantren. Selain itu, beliau berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengambil pengalaman dalam studi lapangan di unit usaha Gontor.

K.H. Syamsul Hadi Abdan Membuka Program Diklat KEwirausahaan Ponpes

Acara ini dibuka oleh Al Ustadz K.H. Syamsul Hadi Abdan selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), sekaligus Beliau juga mengisi salah satu materi dalam diklat ini dengan tema “Mutu Pendidikan Pondok Pesantren”. Panca Jiwa Gontor –keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah, kebebasan–  inilah yang Gontor gunakan untuk mendidik seluruh santrinya dan sudah Gontor pergunakan sejak awal berdirinya hingga sekarang dan untuk selamanya. Maka, nilai ini tidak boleh berubah sampai kapanpun dan siapapun pimpinannya nanti.

Prof. Amal Menyampaikan Sejarah Pengesahan RUU Pesantren

Malam harinya, sebagai tanda kesyukuran atas pengesahan RUU Pesantren, peserta diklat disambut hangat oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. di ruang Multimedia UNIDA Gontor. Beliau menyampaikan sejarah adanya RUU Pesantren dan jatuh bangun perjuangan dalam pengesahan RUU Pesantren ini.

Selama 4 hari kedepan, seluruh peserta diklat akan mendapatkan beberapa materi di kelas, seperti Penanaman Pendidikan Kewirausahaan di PMDG, Manajemen Kewirausahaan Ponpes, Strategi Sukses Manajemen Kewirausahaan Pondok Pesantren, Peluang Bisnis Pondok Pesantren, Strategi Merintis Usaha Pondok Pesantren, Strategi Mencapai Break Even Point (BEP) Usaha Pondok Pesantren, Praktik Membangun Jejaring Usaha Pondok Pesantren, Praktik Menangani Krisis Usaha Pondok Pesantren dan Identifikasi Potensi Usaha pada Pondok Pesantren Masing-masing Peserta.

Peserta Diklat Aktif Dalam Setiap Materi

Dari materi-materi tersebut, selain pengetahuan dasar terkait perkoperasian pondok pesantren, para peserta juga sekaligus melakukan kegiatan kunjungan, meliputi melihat kegiatan produksi dengan didampingi instruktur dari staf terkait dan diawasi oleh pejabat unit usaha terkait dengan sebelumnya ada kuliah umum singkat mengenai profil dan sejarah unit usaha, kegiatan produksi, dan pengembangan unit usaha dari pihak unit usaha yang berkaitan. Semoga ilmu yang didapatkan dari diklat ini dapat diterapkan dan disosialisasikan di seluruh pondok pesantren di Indonesia. [AR Masrifah]

Leave a Comment