Studi ke Negeri Fir’aun: Menimba Ilmu atau Memetik Bunga Asmara

Pada hari Senin, 20 Juli 2020 di waktu maghrib. Berbondong bondong lah  para mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam menuju Gedung CIES, dalam rangka berbuka puasa bersama. Dengan tidak lupa membawa masker dan peralatan sholat pribadi untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah.

Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen Program Studi Ekonomi Islam, bahkan para Staff S1 yang tengah mengabdi di kampus pun turut serta menghadiri acara Family Gathering yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam.

Acara Buka Bersama berlangsung sangat harmonis sekali, tidak mengenal angkatan berapa, tidak mengenal apakah dia mahasiswa dewa atau maba, semuanya menyatu dalam ikatan kekeluargaan. Para dosen yang perhatian kepada para mahasiswa nya, para mahasiswa semester atas yang mengayomi adek tingkat nya, dan mahasiswa baru yang selalu menghormati kakak tingkatnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pesan nasehat bertemakan “Studi ke Negeri Fir’aun: Menimba Ilmu atau Memetik Bunga Asmara” yang disampaikan oleh Al-Ustad Mufti Afif, L.c.,M.A, selaku Kaprodi Ekonomi Islam, banyak sekali pengalaman selama hidup beliau yang bisa dijadikan panutan bagi para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu. Dari pengalaman beliau menempuh Pendidikan KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor, hingga jihad beliau dalam memperjuangkan beasiswa Pendidikan beliau di Mesir. Dalam nasehatnya beliau berpesan “Jika niatmu baik maka akan terbukalah jalan mu, jika niat mu baik pasti usaha mu akan dipermudah, jika niat mu benar insya Allah, Allah akan membantu mu”.

Penerimaan penghargaan bagi para peraih IPK Tertinggi

Kemudian di akhir acara beberapa nasehat disampaikan oleh Al-Ustad Adib Susilo,M.S.I, selaku Dosen Prodi Ekonomi Islam yang tengah menempuh Pendidikan S3 nya di Malaysia. Dan acara terakhir adalah pembagian KHS para mahasiswa.

Di dalam acara ini, kita dapat melihat kebahagiaan dari seluruh keluarga Prodi Ekonomi Islam. Sesuai dengan nasehat Al-Ustad Mufti Afif yang sebelumnya telah disampaikan, jika niat mu benar maka akan dipermudah jalan mu. Walaupun di tengah pandemi yang sedang mewabah, tidak ada yang dapat menghalangi kita dalam mepererat tali silaturahmi. Tetap lah berjuang, tetaplah semangat, jadikan lah setiap hembusan nafasmu adalah hembusan nafas jihad fii sabilillah, insya Allah tidak ada yang dapat menghalangi kita, karena kita adalah para Mujahid Fii Sabilillah, Para Pencari Ilmu…. ALLAHU AKBAR!!!

Rayhan Ahmad Zaki
Mahasiswa Semester 5 Prodi Ekonomi Islam

Leave a Comment