Mantingan-Pandemi tidak kunjung surut, begitu juga semangat yang tak akan surut dan kegiatan harus tetap berjalan. Studi Akademik adalah kegiatan rutin tahunan mahasiswi Ekonomi Islam semester 4 yang mempelajari beberapa instansi, yang biasanya dilakukan dengan kunjungan. Akan tetapi dikarenakan wabah ini, kegiatan dilakukan secara online. Meningkatkan Literasi Intelektual Mahasiswi Untuk Menyongsong Ekonomi Muda Berprestasi, tema yang disongsong tahun ini.

Sambutan Wakaprodi Ekonomi Islam UNIDA Gontor

Study Academic dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Februari – 24 Februari 2021, kegiatan ini terdiri dari lima sesi dan ditutup dengan Gala Dinner bersama dosen pembimbing. Sesi pertama dalam kegiatan ini dilaksanakan siang hari pukul 14.00 WIB di Aula Aisyah Gontor Putri 1. Dihadiri dengan 38 mahasiswi Ekonomi Islam dan para dosen yang meluangkan waktu untuk mendampingi. Kegiatan Studi Akademik dibuka dengan sambutan Wakil Program Studi Ekonomi Islam, yaitu Ustadz Ari Rachmat Sunjoto, M.A., beliau menyampaikan,“Semua kegiatan yang kita laksanakan harus tepat waktu, untuk ketua acara harus menkoordinir anggotannya. Jangan pernah terlambat atau meninggalkan acara, karena ini adalah ilmu pada semester ini. Ilmu ini akan berkelanjutan pada ilmu ilmu yang lain.”.

Beliau selalu menekankan mahasiswi dalam berdisplin dan tidak meremehkan dalam menuntut Ilmu. Karena mahasiswi harus haus akan ilmu. Acara yang dibuka dengan penuh semangat dari para dosen maka mahasiswi juga tidak ingin ketinggalan akan semangat dalam menuntut Ilmu. Sesi pemateri Bapak Dr. Prayudi Azwar, M.Ec dan Bapak Sanny Pancasantika.

Dengan Bapak Dr. Prayudi Azwar pada sesi pertama, biasa disapa dengan pak yudhi merupakan asisten direktur di akademi makroekonomi, moneter dan market Bank Indonesia Institute.

kegiatan Studi Akademik Secara Virtual

Dengan tema Strategi Bank Indonesia Dalam Mengatasi Resesi Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa Indonesia berada pada resesi kwartal III dan IV. Apabila kita melihat selain wabah ini, bencana alam pun menimpa Indonesia, seperti Jakarta yang diterjang banjir. Tantangan lainnya ialah produktivitas yang terhambat. “Sebagai mahasiswi, harus meningkatkan produktivitas” ujar Pak Yudhi. Beberapa masalah yang dihadapi Indonesia pada masa Pandemi ini; produktivitas rendah, nilai tumbuh rendah, dan mobilitas tenaga kerja rendah. Begitu yang dijelakan bapak Prayudhi Azwar. Beliau selalu mengingatkan kita, bahwa sebagai mahasiswi maka kita harus menjadi mahasiswi yang produktif. Apabila memiliki teknologi canggih pun harus dimanfaatkan yang mana akan menghasilkan profit dan manfaat yang baik.

Pandemi mengakibatkan shock pada perekonomian. Supply dan demand terganggu, penghasilan yang turun maka mengakibatkan demand berkurang sedang supply pun akan berkurang. Maka akan mengganggu keseimbangan perekonomian. Maka dari itu Bank Indonesia berupaya mendukung kebijakan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia dengan memberikan Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syari’ah Bank Indonesia. Diantaranya; peningkatakan pangsa aktivitas usaha syariah, peningkatan pembiayaan syariah,peningkatan literasi eksyar.

Suasana Studi Akademik Virtual

Sesi pertama berakhir kurang lebih pada pukul 16.00. Sesi ini diakhiri karena terbatasnya waktu dan para mahasiswi pun harus menjalankan kegiatan pondok lainnya. Sesi kedua pun dimulai  kembali pada pukul 19.30 dengan Bapak Sanny Pasca Santika dalam bidang  Bisnis. Dengan tema Meningkatkan Literasi Mahasiswa Dengan Membentuk Jiwa Wirausaha Yang Berdikari Dan Inovatif Dalam Persaingan Global. Sanny Pancasantika merupakan pegawai swasta di dunia retail yang sudah hampir 20 tahun bekerja. Beliau lahir di Bandung, 23 September 1980 kini beliau menjabat sebagai manager store.

Pak Sanny menekankan bahwa peluang berasal dari sisi yang berbeda, apabila apa yang kita pelajari atau pun yang kita cita-citakan nantinya tidak sesuai dengan reallife nya. Seperti bapak sanny sendiri yang mempunyai cita-cita dan beliau sudah mempelajarinya untuk menjadi akuntan akan tetapi di kehidupan nyatanya beliau menjadi ritel.

Ketika berbicara dunia bisnis, maka akan menyinggung UMKM. Di masa pandemic dunia bisnis mengalami penurunan. Seperti UMKM  yang biasanya bisa memasok barang, dikarenakan pandemic pemasokan barang pun berkurang. “nah, disini kita harus mempunyai inovasi atau trobosan” ujar Pak Sanny. Inovasi dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis apalagi di masa pandemic seperti ini. “Kunci dalam berbisnis adalah kita bisa berinovasi dan kreatif. Jangan menunggu modal terkumpul, yang penting apa yang bisa dilakukan sekarang lakukan. Apabila telah memulai bisnis jangan memikirkan laba.” tambah Pak Sanny. Dalam berbisnis pak Sanny pun tidak hanya memperhatikan faktor interal saja akan tetapi manajemen hubungan dengan customer pun sangat diperhatikan.

Sesi ketiga dilaksanakan pada hari kedua pukul 13.30 dengan Bapak Rudy Harahap Ph.D. Bapak Rudy adalah seorang kepala digital transformasi BPKP. Acara dilaksanakan di Aula Aisyah melewati via zoom, pada pukul 20.00. Dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh pembimbing Studi Akademik, yakni Al- Ustadz Miftahul Huda, M.E. sebagai pembuka materi.

Pada dasarnya pandemic covid-19 memilki banyak pengaruh pada situasi Indonesia” kata Pak Rudy.“ “beberapa dampaknya adalah lapangan kerja berkurang, pengangguran bertambah, pendapatan negara berkurang, kesulitan pembiayaan, kinerja ekspor menurun, dunia usaha melambat , penurunan kerja perbankan, penigkatan NPL, peningkatan biaya kesehatan, dan jumlah penduduk miskin bertambah“, imbuhnya.

Pada pemaparan Pak Rudy juga menyatakan bahwa Pemerintah memiliki beberapa usaha untuk permasalahan tersebut seperti subsidi upah, penyederhanaan peratursn investasi, realokasi anggaran, pengetatan pengeluaran Negara, PEN, bantuan UMKM, kebijakan mitigasi resiko, undang-undang No.2 tahun 2020: kebijakan keuangan  Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Semua ini BPKP berperan membantu pemerintah dalam memahami pandemic , BPKP itu dalam situasi pandemic Covid, mereka beberapa peran, bkpp secara rutin menyediakan pembaruan covid-19 kepada dewan, meninjau rencana kesinambungan bisnis, mengevaluasi hubungan pihak ketiga, merevisi rencana kesinambungan bisnis hubungan, untuk menjaga usaha pemerintah, maka BPKP mengaudit sepenuhnya dari jarak jauh, perencanaan berulang kecepatan dan efisiensi dan masih banyak lagi peran BPKP dalam pandemic covid saat ini.

Dalam situasi ini BPKP tetap menjalankan perannya, dengan bagaimana audit tepa BPKP lakukan walaupun jarak jauh dan jarak dekat. Rencana pun berubah yang biasanya per tahun sekarang hiperaktif. Dalam hiperaktif harus mampu mengatasi sendiri tidak harus menunggu komando pemerintah.  Karena adanya covid-19 BPKP mennggunakan digital tranformasi dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu BPKP juga mencegah akan adanya penipuan. “Sebagai Mahasiswi UNIDA harus tau akan ini” ungkap Pak Rudy. Pada hari ketiga yakni season keempat, pada kesempatan kali ini mahasiswi program studi ekonomi islam mendapatkan materi dari Bapak Wahyu Wijayanto selaku Kepala Subdit Sektor Industry, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BAPPENAS. “Ada salam dari bapak direktur, akan beliau tidak dapat hadir karena berhalangan” ungkap Bapak Wahyu. Materi yang harusnya disampaikan oleh Bapak Teguh Sambodo, karena berhalangan maka beliau diwakilkan oleh  Bapak Wahyu Wijayanto.

Beliau memaparkan materi dengan jelas, bahwa Indonesia menjadi peringkat keempat mengenai perekonomian syariah yang ada pada sistem perekonomian Indonesia yang diterapkan dalam mewujudkan masyarakat sejahtera negara maju. Kreatifitas Indonesia menjadi bentuk peningkatan sumber daya manusia upaya peningkatan perekonomian nasional. Dalam hal ini generasi muda pemiliki peran aktif dan emas dalam menjunjung tinggi perekonomian syariah wujud peningkatan perekonomian nasional. Maka dari itu generasi muda harus terus berkompetitif dalam mewujudkan cerahnya masa depan Indonesia dimasa yang akan datang karena majunya suatu negara dilihat dari kondisi generasi muda saat itu. Masa muda merupakan waktu yang paling optimal yang mesti digunakan sebagai awal dari keberhasilan. Serta istiqomah dalam melaksanakan kebaikan yang akan menjadikan kesemangatan dalam menuntut ilmu dan mencapai cita-cita menjadi generasi tangguh, inovatif dan berkarakter mulia. Karena pada hakikatnya tugas generasi muda adalah bermanfaat bagi lingkungan sekitar dengan memberikan karya, inovasi dan manfaat baik yang bertujuan bagi kemaslahatan umat. Karena masa depan bangsa terdapat pada tangan sang generasi muda saat ini.

Season terakhir yakni bersama Indonesia Stock Exchange, dengan pemateri Kak Rosyidah dan Bapak Sutrisna Amijaya. Dengan tema Mengenal Lebih Jauh Potensi Investasi (IDX). Pada kali ini, season dihantarkan dengan sambutan dari Al-Ustadz Ahmad Lukman Nugraha, M.A. melalui via zoom. Sambutan dilaksanakan dengan online diikarenakan pada hari selasa para dosen melaksanakan rapat fakultas di kampus Putra, Ponorogo. Walaupun begitu beliau menyempatkan untuk mengisi sambutan sebagai dosen pembimbing Studi Akademik, meskipun melalui via zoom.

Pada season ini kak Rosyida dan Bapak Sutrisna memaparkan materi secara detail.  membahas apa itu pasar modal , bagaimana investasi di pasar modal dan bagaimana cara membeli saham di pasar modal. Dalam hal mempelajari investasi kita harus memulai untuk berinvestasi itu sendiri untuk lebih memahami akan aktivitasnya. Menabung pangkal kaya dalam hal ini dapat dikatan bahwa invetasi adalah menabung dengan jangka yang panjang. Dalam pasar modal kita bisa membeli perusahaan tanpa membeli perusahaan tersebut.

Kepana sih harus berinvestasi nabung aja kan udah cukup?” Tanya kak Rosyida. Tujuan dari investasi adalah menabung untuk kebutuhan dimasa yang akan datang dalam hal ini investasi merupakan tabungan dalam jangka panjang. Sedangkan menabung hanya dalam jangka pendek dapat digunakan diwaktu itu dan habi pada waktu iitu. Bahwasannya kehidupan memiliki banyak keinginan dan kebutuhan akan tetapi bagaiman manusia mengatur keuangan bagi kebutuhan dan keinginan yang dimilikinya. Keinginan dan kebutuhan yang lumrah dimiliki oleh seluruh masyarakat tidaklah seharusnya ditempuh dalam satu waktu.

Antusias para mahasiswi dalam mengikuti season pertama hingga terakhir yang ditunjukan pada pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan kepada pemateri. Beberapa mahasiswi yang mengajukan pertanyaan adalah Nidaan Khafiyya Salahudin, Alfika Zahro, Amelia Septyani, Aurellya Azzahra Tarmidzi, Fenita Wildani, Nahdiyah Istiqomah, Niken Baramurti, Aulia Nuri Alfirania, Shafira Maulida Yustyo, Shabriya Binur, Fiula Nafiah, Amalia Azka, Elisa Amali, Umma Iltizam, Robiyatul Adawiyyah, dan Syaidatul Sa’diah.

Tiba waktunya penutupan Studi Akademik yang dihadiri dosen Program Studi Ekonomi Islam Mantingan, penutupan Studi Akademik yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2021 hari Rabu pada pukul 20.00 di Aula Aisyah dengan gala dinner sederhana.

Meskipun begitu penutupan berjalan dengan lancar dan khidmat disertai pesan dan nasehat dari para dosen dan Wakil Program Studi Ekonomi Islam. dalam semester empat ini diharapkan para mahasiswi untuk menyiapkan semester yang akan datang apapun yang bisa dikerjakan, kerjakan dan jangan sampai terlambat. Economic Value of Time, sebagai mahasiswi milenial harus memanfaat waktu dengan sebaik-baiknya apabila mahasiswi bisa memanfatkan waktu maka waktu itu pun akan menjadi profit baginya. (Alfika &Nahdiyah)

Leave a Comment