Strategi Pengembangan Ekspor Negara (Bagian 2)

Oleh: Anugrah Mustika Putri Puspita Sari

Dua perangkat kebijakan yang mempengaruhi pengelolaan perdagangan luar negeri secara umum, dan promosi pengembangan ekspor secara khusus adalah :

  1. Kebijakan-kebijakan perdangan luar negeri dan kebijakan lain yang mempengaruhi perdagangan luar negeri
  2. Kebijakan-kebijakan yang mengatur aktivitas ekonomi yang lain yang pada saat yang sama memiliki pengaruh terhadap kinerja perdagangan luar negeri secara umum.

Kebijakan promosi perdagangan suatu negara terdiri dari program-program dan langkah-langkah yang mempromosikan dan membangun perdagangan dengan negara-negara lain, termasuk semua regulasi dan praktik yang akan meningkatkan ekspor. Kebijakan promosi perdagangan adalah bagian yang integral dari keseluruhan kebijakan perdagangan suatu negara. Kebijakan perdagangan negara tersebut harus memungkinkan untuk mencapai tujuan kebijakan promosi perdagangan.

Kebijakan lain akan memiliki pengaruh kepada kinerja perdagangan luar negeri meskipun kebijakan tersebut tidak ditujukan secara langsung untuk mengatur kebijakan perdagangan luar negeri suatu negara. Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bagian dari suatu kerangka kerja (framework) dimana kebijakan perdagangan luar negeri harus dirancang dan dilaksanakan.

Kebijakan lain tersebut umumnya mencakup rencana pembangunan nasional, kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan berbagai praktiknya, kebijakan investasi, kontrol harga dan produksi, antara lain :

  1. Rencana pembangunan termasuk praktik perencanaan dan cakupan intervensi negara, mekanisme untuk membuat perencanaan tersebut kohesif, pengkoordinasian komponen rencana, pemeringkatan prioritas perencanaan dan penetapan keseluruhan alokasi sumber daya.
  2. Kebijakan monter mencakup kebijakan-kebijakan dan pengelolaan kredit dan uang dan mengatasi isu-isu inflasi dan regulasi pinjaman luar negeri yang berkaitan dengan pengelolaan dan kontrol moneter.
  3. Kebijakan fiskal mencakup semua aspek mengenai perpajakan dan pengeluaran pemerintah, rezim fiskal, tax holiday dan pembebasan pajak yang membantu tercapainya kebijakan lain.
  4. Kebijakan pengendalian produksi dan harga yang mencakup kebijakan-kebijakan yang mengatur atau menggerakkan produksi untuk penggunaan lokal dan ekspor serta berbagai kondisi untuk melakukan produksi di semua sektor ekonomi.
  5. Kebijakan rezim investasi swasta yang mencakup kebijakan terkait dengan berbagai program dan regulasi pemerintah yang mempengaruhi peluang dan keputusan investasi seperti skema insentif, promosi dan dorongan terhadap sektor atau pengendalian inflasi.
Kantor Kementrian Perdagangan

Kebijakan perdagangan luar negeri yang dikombinasikan dengan beberapa kebijakan tersebut di atas akan membentuk suatu strategi ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Promosi perdagangan terdiri dari berbagai program dan langkah untuk mempromosikan perdagangan dengan negara lain. Fokusnya adalah isu-isu yang terkait dengan ekspor dan impor. Pengembangan infrastruktur perdagangan memfokuskan kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan perdagangan suatu negara untuk berdagang dengan negara lain. Area yang tercakup antara lain fasilitasi perdagangan dan administrasi, dukugan finansial dan pengembangan perusahaan perdagangan.

Hubungan perdagangan internasional memerlukan diplomasi perdagangan yang kuat dengan negara-negara lain dalam rangka mengawal kepentingan perdagangan suatu negara dan untuk memastikan akses pasar ekspor. Diplomasi perdagangan juga memerlukan partisipasipartisipasi dalam berbagai forum perdagangan internasional dan regional untuk mempromosikan dan memastikan lingkungan perdagangan internasional yang lebih terbuka dan berkeadilan.

Cakupan dan intensitas aktivitas-aktivitas promosi ekspor suatu negara bergantung kepada sejumlah faktor antara lain :

  1. Sumber daya manusia dan sumberdaya keuangan
  2. Sifat dari produk-produk yang dapat diekspor
  3. Karakteristik pasar luar negeri
  4. Pengalaman organisasi yang bertanggung jawab terhadap promosi ekspor

Sementara itu, peran pengembangan ekspor dan diversifikasi dalam pertumbuhan negara-negara berkembang telah menerima banyak perhatian dalam pembangunan literatur selama 50 tahun terakhir. Dalam dekade 1950-an, 1960-an, dan 1970-an, dan sebagian besar dipengaruhi oleh R. Presbish (1950) dan H.W. Singer (1950), strategi pembangunan yang dianut di banyak negara berkembang dan khususnya di Amerika Latin, Afrika dan Asia Selatan, yang melakukan strategi substitusi impor dan penggunaan kebijakan perdagangan terbatas secara ekstensif untuk diversifikasi ekonomi. Sebagai contoh keberhasilan China, India, dan “Macan Asia”, pandangan mengenai diversifikasi ekonomi melalui substitusi impor berkembang jauh menuju kepada strategi promosi ekspor dan berorientasi ke luar (outward orientation) pada dekade 1980-an, 1990an, dan awal 2000-an. (ed.M.Huda)

Leave a Comment