Strategi Pengembangan Ekspor Negara (Bagian 1)

Oleh: Anugrah Mustika Putri Puspita Sari

Banyak negara di dunia menjadikan ekspor sebagai instrumen untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, negara seperti ini harus memiliki strategi untuk terus mengembangkan ekspor. Strategi yang dilakukan oleh negara-negara yang mengandalkan ekspor antara lain melakukan kegiatan promosi ekspor, diversifikasi ekspor baik negara maupun produk serta spesialisasi.

Banyak negara berkembang menjadikan promosi dan pengembangan ekspor sebagai bagian dari tujuan pembangunan ekonomi. Melalui promosi dan pengembangan ekspor yang berkesinambungan diharapkan dapat membantu penambahan devisa yang diperlukan untuk membiayai impor, mengatasi permasalahan-permasalahan neraca pembayaran, membantu mengurangi beban tekanan hutang luar negeri dan menciptakan lapangan kerja. Pengembangan ekspor tidak saja diperlukan untuk hal-hal sebagaimana yang disebut sebelumnya, tetapi juga diharapkan dapat memperluas basis ekspor. Devisa yang diperoleh dari produk-produk ekspor yang terbatas seringkali tidak cukup untuk memberikan tambahan devisa, khususnya ketika terjadi penurunan harga terhadap beberapa komoditas ekspor di negara-negara berkembang.

Secara umum dan khusus dalam proses globalisasi, antara ekspor barang dan jasa dan pembangunan ekonomi menjadi semakin berkorelasi secara positif dan interdependen. Ekspor mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang melalui berbagai saluran seperti keterkaitan antara produksi dan permintaan, efek pembelajaran dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM), adopsi teknologi yang lebih baik yang terkandung di dalam barang-barang yang diproduksi di luar negeri, dan memudahkan untuk mengatasi kendala devisa (foreign exchange) yang berkaitan dengan ekspansi sektor ekspor. Oleh karena itu, kebijakan promosi ekspor yang relevan perlu dikembangkan.

Strategi ekspor merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara dan ada korelasi yang kuat antara strategi ekspor dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.Di samping itu, cara sebuah negara menyusun strategi ekspornya bergantung kepada aspek budaya, hukum, dan lingkungan politik serta pembangunan ekonomi negara yang bersangkutan. Demikian juga harus diindikasikan beberapa nuansa antara promosi ekspor tradisional (traditional export) dan produk-produk ekspor baru (new export products).  Ekspor tradisional hanya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor (export growth), sementara produk-produk ekspor baru yang salah satunya adalah diversifikasi ekspor (baik diversifikasi geografis maupun diversifikasi produk) yang sangat penting bagi pengembangan ekspor (export development). Secara umum, promosi ekspor adalah bagian yang paling penting dalam kebijakan perdagangan di banyak negara. Promosi ekspor memiliki makna melakukan kebijakan perdagangan aktif. Dalam beberapa dekade terakhir, strategi promosi ekspor dilakukan di negara-negara berkembangan dan di negara-negara yang mengalami masa transisi. Kebijakan promosi ekspor dalam konteks sebagai sebuah rule, adalah suatu fase dari kebijakan perdagangan dalam kondisi sosial, ekonomi, dan politik tertentu. Dewasa ini program-program promosi ekspor menyediakan pelayanan yang komprehensif  dan  canggih terhadap komunitas bisnis. Isu mengenai peran dari program-program dalam strategi promosi ekspor mendapat perhatian. yang luar biasa dari dua perspektif yang saling bertentangan dari dua cabang pemikiran ekonomi. Satu pihak memandang bahwa program promosi ekspor sebagai subsidi akan mendistorsi perdagangan bebas. Distorsi tersebut diasumsikan akan mendorong misalokasi sumber daya dan akan mengakibatkan turunnya kesejahteraan global.

Sementara itu, pandangan pemikiran ekonomi yang lainya melihat bahwa partisipasi pemerintah sangat positif sebagai upaya untuk memperbaiki informasi pasar. Terlepas dari cara pandang yang berbeda dari dua cabang pemikiran ekonomi tersebut, tidak dapat disangkal bahwa potensi ekonomi yang dapat diperoleh dari ekspor telah mendorong pemerintah baik di negara maju maupun negara berkembang untuk menginisiasi kebijakan-kebijakan perdagangan yang dirancang untuk meningkatkan daya saing ekspor. Apakah secara formal diakui atau tidak, pemerintah dan eksportir biasanya terlibat dalam suatu skema “public private partnership,” dimana sektor swasta menyediakan inisiatif dan sektor publik menyediakan langkah-langkah dan dukungan yang diperlukan.

Secara umum, daya saing lazimnya berkaitan dengan isu-isu makroekonomi (seperti perubahan nilai tukar dan tingkat upah) atau isu-isu mikroekonomi (seperti minimnya kewirausahaan dan regulasi pemerintah yang berlebihan terhadap dunia bisnis). Faktor lain termasuk kondisi awal, sejarah, sumberdaya alam, ukuran negara, strategi geografis dan daya saing berpengaruh terhadap daya saing bisnis di negara-negara berkembang.

Kunci sukses promosi ekspor suatu bangsa dan berbagai progam pembangunan adalah keputusan- keputusan dan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi perdagangan ekspor. Kebijakan pengembangan ekspor suatu negara yang dibuat dengan dasar beberapa instrumen ekonomi dan langkah-langkah promosi ekspor yang tepat sangat penting bagi peningkatan kinerja perdagangan luar negeri suatu negara. (ed.M.Huda)

Leave a Comment