ei.unida.gontor.ac.id – Setiap pemerintah pasti memiliki lembaga perekonomian atau keuangan yang berguna untuk membantu perekonomian masyarakat atau kaumnya. Seorang pemimpin harus selalu terjun kepada masyarakatnya, karena mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari para pemimpinnya. Di dalam suatu negara haruslah ada suatu aturan-aturan yang yang dapat mengatur masyarakat agar tidak berlaku sewenang-wenangnya. Pemimpin yang hebat ialah seseorang yang dapat mengatur perbendaharaannya dengan baik. Karena apabila dari perbendahaaannya rusak maka seluruh lembaga-lembaga Negara akan ikut hancur bahkan tidak terkendali. Dengan itu marilah kita lihat apa saja yang telah dilakukan oleh para sahabat nabi yaitu Khulafa Ar-Rasyidin dalam memerintah kaumnya:

1. MASA KHALIFAH ABU BAKAR AS- SHIDDIQ

            Dalam masa pemerintahannya,  Abu Bakar berusaha meingkatkan kesejahteraan umatnya dengan melaksanakan berberbagai kebijakan ekonomi seperti yang telah di praktekkan oleh Rasulullah Saw. Ia sangat teliti dalam perhitungan zakat . Dalam hal ini Abu bakar pernah berkata kepada Anas:

“Jika seseorang wajib membayarkan zakat berupa seekor unta yang berumur 1 tahun, namun ternyata ia tidak memiliki unta yang berumur 1 tahun melainkan  yang ia punya ialah yang berumur 2 tahun. Maka ia diperbolehkan membayar zakat dengan unta yang berumur 2 tahun kemudian kelebihan dari zakatnya akan dikembalikan dengan perhitungan yang senilai.”

Hasil pengumpulan zakat tersebut dijadikan sebagai hasil dari pendapatan negara yang disimpan di Baitul Mal, yang nantiya dapat membantu kaum Muslimin. Seluruh hasil pendapatan dari baitul Mal langsung didistribusikan seluruhnya untuk kaum muslimin tanpa tersisa sedikit pun.

Dalam mendistribusikan harta dari Baitul Mal, Abu Bakar menerapkan prinsip kesamarataan yakni, memberikan jumlah yang sama kepada semua sahabat Rasulullah SAW dengan tidak membeda-bedakan antar sahabat yang lebih dahulu memeluk islam dengan yang kemudian memeluk islam, antara hamba dengan orang merdeka. Menurutnya tidak ada perbedaan kecuali hanya keimanan kepada Allah SWT. Sedangkan dalam hidup, prinsip kesamaan lebih baik dari pada keutamaan.

2. MASA KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB

            Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab banyak melakukan ekspansi. Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar bin Khattab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh Persia.pendapatan negara mangalami peningkatan yang sangat signitifkan. Sehingga sangat membutuhkan perhatian khusus untuk mengelolanya agar dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan benar,efektif dan efisien. Setelah musyawarah Khalifah Umar bin Khattab memutuskan untuk menghabiskan seluruh harta yang ada di Baitul Mal sekaligus, namun dikeluarkan secara bertahap. Cikal bakal lembaga Baitul Mal semakin di kembangkan fungsinya oleh Umar bin Khattab, sehingga menjadi lembaga yang reguler dan permanen. Baitul Mal yang tertata baik dan rapi merupakan konstribusi terbesar dari Khalifah Umar bin Khattab untuk dunia Islam dan kaum Muslimin.

            Khalifah Umar bin Khattab menerapkan prinsip keutamaan dalam mendistribusikan harta Baitul Mal. Ia berpendapat bahwa kesulitan yang di hadapi umat islam harus diperhitungkan dalam menetapkan bagian seseorang dari harta negara dan karenanya, keadilan menghendaki usaha seseorang serta tenaga yang telah dicurahkan dalam memperjuangkan Islam harus dibalas dengan sebaik-baiknya. Namun, ternyata Umar bin Khattab menyadari bahwa kebijakan tersebut salah, karena dapat berdampak negatif terhadap strata sosial dan kehidupan masyarakat.

3. MASA KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN

            Pada enam bulan pertama masa pemerintahannya, Khalifah Umar melakukan penataran baru dengan mengikuti kebijakan Umar bin Khattab. Dalam pemerintahannya Khalifah Utsman bin Affan harus menanggung beban anggaran yang tidak sedikit untuk memelihara angkatan laut. Namun, ia tidak pernah mengambil upah dari kantornya. Tetapi, sebaliknya ia meringankan beban pemerintahan dalam hal-hal serius dengan menyimpan uangnya di bendahara negara. Meskipun Khalifah Utsman bin Affan meyakini prinsip persamaan dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun ia tetap memberikan bantuan berbeda pada tingkat yang lebih tinggi. Dengan begitu, Khalifah Utsman bin Affan menerapkan prinsip Keutamaan seperti Umar bin Khattab.

4. KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB

            Setelah diangkat menjadi seorang Khalifah, Ali bin Abi Thalib langsung mengambil beberapa tindakan seperti, memberhentikan para pejabat negara yang korup, membuka kembali lahan perkebunan yang telah diberikan kepada orang-orang kesayangan Utsman, dan mendistribusikan pendapatan pajak tahunan sesuai yang telah ditetapkan oleh Umar bin Khattab. Menurut sebuah riwayat dikatakan bahwa Ia secara suka rela menarik diri dari daftar penerima dana Baitul Mal. Bahkan menurut riwayat yang lain, Ali memberikan sumbangan sebesar 5.000 dirham setiap tahunnya. Kehidupan Ali sangat sederhana dan sangat ketat dalam pengeluaran dana Baitul Mal. Pada masa pemerintahannya, prinsip utama dari pemerataan distribusi setiap pekan sekali untuk pertama kalinya diadopsi. Maka, pada hari kamis adalah hari pendistribusian dan pembayaran. Dari pemerintahan yang dipimpin oleh para Khulafa Ar-Rasyidin, kita dapat melihat persamaan maupun perbedaan prinsip dan cara dalam memimpin umat Islam. Maka seperti apakah pemerintahan yang ada di negara kita sekarang ini? Apakah masih sama dengan pemerintahan yang ada pada masa Khulafa Ar-Rasyidin? Diharapkan para pemimpin kita nantinya dapat memimpin dan mengatur administrasi negara dengan baik dan rapi di kemudian hari. Aamiin  (Nurus Shefrilianti Hidayatullah)