Mantingan – Riba bukan merupakan hal kecil yang bisa diremehkan. Apa pun yang berkaitan dengan riba, pasti akan menghancurkan segala urusan dunia. Sekecil apapun riba yang terkandung didalamnya, dalam bentuk apapun riba tersebut, pasti akan menghancurkan segalanya. Tidak semua bunga termasuk riba. Bunga masih bisa diperselisihkan, tapi riba sudah haram hukumnya dan tidak perlu lagi diperselisihkan. Karena bunga hanya bagian kecil dari riba.

Riba ada dua macam, yaitu riba hutang piutang (duyun) dan riba jual beli (ba’i). Akad mudharabah dalam bank syariah merupakan sebuah mitra jual beli, namun mudharabah dalam konvensional menjadi pinjaman. Pinjaman dalam bank konvensional akan mendapatkan bunga. Bunga akan bertambah jika tidak segera dibayarkan, besarnya bunga tersebut apabila berlebihan akan menjadi bahaya riba. Yang masih menganut bank konvensional setelah membaca info ini, maka ia dzolim. Maksud dzolim disini, ia sudah paham akan hukum riba, sudah tersedia bank syariah, namun masih menggunakan bank konvensional dan ikut berpesta menggunakan uang hasil riba.

Bukan hanya Islam yang melarang akan hukum riba, agama samawiy seperti Yahudi dan Nasrani juga telah mengharamkan riba dalam kitab Taurat dan Injil yang terdahulu. Dalam kitab Nasrani telah dicantumkan bahwa Riba sangatlah diharamkan. Bahkan kitab Yahudi dan Nasrani telah memperingatkan akan bahaya dan haramnya riba, dan mereka sudah menyadarinya. Dua orang besar dan penting juga telah mengemukakan akan bahayanya riba, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani berkata:

“Riba itu dzolim”

(Sri Mulyani)

Bapak Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia)

sedangkan Perry Warjiyo gubernur Bank Indonesia berpendapat:

“Yang menjadikan inflasi dan ketidak stabilan harga adalah riba.”

(Perry Warjiyo)

Maka dari itu kita harus menjauhi hal-hal yang mendekatkan kita dari riba, karena dosa riba melebihi dosa seorang pezina. (Nanda Aulia)

Leave a Comment