SARJANA EI MENGIKUTI PENGARAHAN MUMTAHIN TAHFIDZ QUR’AN

Telah menjadi rutinitas program tahunan di UNIDA diadakan Ujian tahfidz Al Qur’an. Sebagian besar yang menjadi penguji dalam Imtihan Tahfidz adalah para mahasiswa yang telah menjadi sarjana.Dan kewajiban bagi para penguji adalah mengikuti pengarahan ujian tahfidz yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019. Menurut Dr Asif Al Quran harus hidup dalam dinamika kampus sedemikian rupa. Semua nilai-nilai yang ada dalam kampus harus bermuara dari Al Qur’an.Dalam pengarahan ini, diharapkan kepada setiap penguji untuk adil dalam memberikan nilai atau dalam bahasa lain a’ti kulla dzi haqqin haqqohu. Memberikan hak yang semestinya kepada setiap mahasiswi yang mengikuti ujian tahfidz. Jangan sampai menilai dengan emosi, atau dendam. Bahkan karena pernah sakit hati kemudian memberi nilai jelek dan jika kenal diberi nilai bagus. Hal-hal itu harus dijauhi dan tidak boleh ada di ujian tahfidz ini.Sebelum ujian diadakan, kewajiban setiap mahasiswi diharuskan untuk menyetorkan hafalannya kepada muhafidzoh yang telah ditentukan. Sehingga apabila telah sempurna setoran hafalannya, maka sudah otomatis mahasiswi mendapat nilai C, kemudian dengan mengikuti ujian tahfidz maka nilai tersebut diperbaiki.Ada beberapa kriteria yang harus dilerhatikan dalam penilaian ujian ini selain hafalan, diantaranya fasohah dan makhroj,kelancaran dan berapa kali kesalahan. Apabila bagus semua secara otomatis nilai A plus menjadi nilai terbesar. Soal yang diberikan berjumlah 10 berupa meneruskan bacaan yang diberikan oleh penguji. Ujian akan diadakan pada hari jum’at tanggal 8 maret 2019. (Andi Triyawan)

Leave a Comment