Resiko dan Ketidakpastian

Dalam ekonomi, risiko dan ketidakpastian merupakan dua isu yang penting. Resiko merupakan kejadian yg dapat diketahui melalui kemungkinan yang dapat diukur. Hal ini berarti bahwa resiko merupakan sesuatu yang dapat diprediksi sehingga dapat diantisipasi melalui kebijakan tertentu. Sebagai contoh, seorang penjual payung dan jas hujan dapat mengkalkulasi penambahan permintaan sehingga stok yg akan dijual pada saat musim hujan dapat dipersiapkan. Begitupun sebaliknya jika memasuki musim panas tentunya permintaan akan berkurang dan stok kedua jenis barang tersebut tidak akan ditambah.  Oleh karena itu, resiko pada umumnya dapat diukur dan dikalkulasi yang pada akhirnya akan memberikan rekomendasi pada sebuah kebijakan.

Isu kedua adalah ketidakpastian yang selalu menjadi teka teki dalam ekonomi. Ketidakpastian adalah kondisi dimana kejadian masa depan yang tidak dapat diketahui dan dihitung segala kemungkinannya. Sehingga sering terjadi kesalahan dalam prediksi atau fakta kejadian yang berbeda dengan perkiraan awal. Dalam bidang teknologi contohnya, pada saat kemunculan aplikasi WhatsApp, aplikasi ini dianggap hanya ikut-ikutan, bahkan dianggap tidak dapat menyaingi aplikasi yang sangat populer pada saat itu yaitu BBM. Namun, pada saat ini aplikasi WhatsApp menjadi aplikasi terpopuler saat ini. Selain itu, Bitcoin yang sempat diluncurkan pada tahun 2009, sempat diragukan tampil sebagai alat pembayaran yang dapat digunakan secara luas karena kerumitannya. Namun, pada tahun 2015 setelah beberapa perbaikan, Bitcoin menjadi booming di seluruh dunia sampai kemudian mengalami kelesuan nilai tukar pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan ketidakpastian kondisi dan respon masyarakat dunia. Oleh karena itu, ketidakpastian menjadi sangat sulit untuk diprediksi dan diantisipasi.

(Al-Ustadz Royyan Ramdhani Djayusman, M, A.)

Leave a Comment