ei.unida.gontor.ac.id – Setelah sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Dadung, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, tepatnya takmir dan masyarakat lingkungan Masjid An-Nur Dadung, kini Prodi Ekonomi Islam (PSEI) UNIDA Gontor melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Masjid Nurul Jihad, Nglumpang, Mlarak, Ponorogo.

Tujuan program PKM ini adalah untuk mengembalikan peran masjid sebagai pusat peradaban umat Islam. Sebagaimana peran dan fungsi masjid di masa kejayaan Islam yang pernah dipraktikkan Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan Khalifah-khalifah setelah Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Yang mana masjid diperankan sebagai pondasi muamalah antara umat Islam dan sebagai media pengkaderan umat Islam masa depan. Masjid menjadi tempat pertemuan guna penentuan kebijakan keumatan termasuk dalam hal kesejahteraan jamaahnya.

Program PKM di Masjid An-Nur Dadung, Mantingan, Ngawi telah dinyatakan berhasil, karena sasaran PKM tersebut adalah mengubah mindset takmir masjid yang menganggap bahwa dana sedekah dari kotak infak dan amal hanya untuk keperluan pembangunan masjid. Sehingga dana sedekah tersebut tidak diambil manfaatnya kecuali untuk pembangunan. Padahal dana tersebut harusnya untuk jamaah yang membutuhkan pertolongan. Dana sedekah di kotak infak dan amal masjid harusnya dari jamaah dan kembali untuk jamaah. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara bersama-sama. Dan sekarang, di Masjid An-Nur sudah diberlakukan kotak infak saldo 0 persen.

Tidak hanya itu, program PKM di masjid An-Nur, Dadung, PSEI juga membina jamaahnya yang sibuk berdagang dengan pemberian bekal cara transaksi Islami, yaitu dengan mengadakan kajian fikih muamalah maaliyah. Tujuan pembinaan ini supaya jamaah tidak selalu terikat dengan “lintah darat” atau disebut dengan pinjaman rentenir yang seringkali menyulitkan pedagang dalam mengembalikan uang pinjamannya. Dan yang paling mencolok dari keberhasilan program PKM di Masjid An-Nur Dadung adalah kini masjid sudah memiliki asset wakaf yang dikelola secara produktif. Wakaf itu berupa mobil Avanza yang disewakan dengan hasil sewa akan dikelola sebagian untuk pengembangan asset dan sebagian lainnya untuk disedekahkan.

Kini PSEI melakukan program PKM di lokasi yang berbeda, yaitu di kota Ponorogo, Dusun Nglumpang, Kecamatan Mlarak. Tujuan PKM ini masih sama seperti yang pernah dilakukan di Masjid An-Nur Dadung, yaitu untuk mengembalikan peran masjid sebagai pusat peradaban umat Islam.

|Terdapat tiga sasaran dalam pendampingan ini:

Pertama adalah kesadaran takmir dan masyarakat jamaah masjid tentang penggunaan dana infak, sedekah, zakat dan wakaf. Setelah pemahaman tentang kesadaran ini diperoleh, kemudian dapat dilakukan ke sasaran pendampingan berikutnya.

Masjid Nurul Jihad, Nglumpang, Mlarak, Ponorogo

Kedua adalah keterbukaan wawasan takmir dan jamaah bahwa dana sedekah di kotak amal masjid tidak serta merta untuk pembangunan fisik masjid saja, akan tetapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan. Diharapkan dari pemahaman tersebut jamaah masjid Nurul Jihad, Nglumpang peduli dengan kondisi saudaranya dengan berbagi rezeki melalui donasi di masjid. Dan alhamdulillah program berjalan dengan lancar sehingga saat ini masjid bisa menyantuni orang-orang jompo yang dulu aktivis masjid dan sekarang terkulai lemas di dalam rumah karena telah udzur. Santunan ini dilakukan sebulan sekali, selain itu masjid Nurul Jihad juga memiliki program bantuan pendidikan kepada beberapa anak yang aktif ngaji (baca al-Quran) dan jamaah di masjid berupa buku tulis dan uang jajan.

Wakaf al-Qur’an dari jamaah untuk Masjid Nurul Jihad, Nglumpang, Mlarak, Ponorogo

Sasaran pendampingan ketiga, peningkatan kesadaran masyarakat jamaah masjid Nurul Jihad terhadap wakaf. Alhamdulillah program wakaf semakin semarak meskipun masih berupa wakaf benda non-produktif; di antaranya adalah wakaf tanah untuk perluasan Masjid, wakaf sarana prasana masjid seperti kipas angin dan sound-system, dan yang terakhir adalah wakaf al-Quran. Diharapkan untuk kemudian hari program wakaf ini terus berlanjut hingga mengarah pada wakaf produktif yang kelak manfaatnya bisa dinikmati secara terus menerus. (Mufti_Afif)

Leave a Comment