PKPU Human Initiative: Filantropi Islam Berbasis Pemberdayaan Komunitas

Depok–Kantor Pusat PKPU Human Initiative Depok, (Kamis, 21/03/2019). Pos Keadilan Peduli Umat atau disingkat PKPU telah berdiri sejak tahun 1999. Kemudian diresmikan pada tahun 2001 sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) berdasarkan SK. Menteri Agama No. 441. Tahun 2008 PKPU terdaftar di PBB sebagai NGO dengan “Special Consultative Status with the Economic Social Council”. Namun di tahun 2016, PKPU melakukan spin off dengan zakat (sekarang menjadi ‘IZI’ Initiative Zakat Indonesia)  dan berfokus mengelola dana kemanusiaan, serta pada akhir tahun 2016 merubah nama menjadi PKPU Human Initiative. 17 tahun perjalanan PKPU Human Initiative bukanlah pencapaian, melainkan sebuah proses untuk meningkatkan semangat kepedulian dalam aksi kemanusiaan bersama donatur, mitra, dan relawan.

PKPU Human Initiative menjadikan Sustainable Development Goals atau SDGs sebagai indikator dalam membangun kemandirian, salah satunya dalam bidang ekonomi. Inilah yang menjadi keunikan tersendiri bagi salah satu mahasiswi semester 6 Program Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor untuk belajar proses pemberdayaan masyarakat di PKPU Human Initiative, yaitu Farah Khoirunnisa. Mulai dari proses pembekalan, perencanaan aksi, hingga implementasinya dalam membantu memperbaiki program yang sudah dijalankan. “Ketika terjun ke masyarakat, kita jangan seperti monyet yang tidak tahu kalau ikan itu hidup di air. Itu artinya, kita harus tahu terlebih dahulu seperti apa kondisi sosial budaya masyarakat tertentu”, ungkap Indah Kusumawati sebagai Supervisor Tim Community Development PKPU Human Initiative.

Desa Tenjo Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah binaan PKPU Human Initiative dalam mengimplementasikan salah satu programnya dibidang empowerment untuk memberdayakan masyarakat. Salah satu program inti yang dijadikan kesempatan berharga bagi mahasiswi SPL yaitu program Komunitas Usaha Mandiri Masyarakat (KUMM), yang didampingi langsung oleh Project Officer Tim Community Development, Nayla Nur Rabbani. KUMM merupakan program fasilitasi bisnis di Desa Tenjo dengan pendirian dan pengembangan produk yang berbahan dasar pangan lokal. Bertujuan untuk membantu permasalahan ekonomi masyarakat didaerah tersebut yang diawali dengan pembentukan kelompok usaha dari para masyarakat setempat, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) di UMKM Sekar Mandiri Tenjo yang dibina dan didampingi selama periode November 2017- November 2018.

Kunjungan ke salah satu rumah kader penerima manfaat program Klaster Berdaya PKPU Human Initiative

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, didapatkan bahwa akses pemasaran dalam mendukung berjalannya produksi di UMKM Sekar Mandiri Tenjo kurang optimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan produsen dalam hal marketing, inovasi produk, juga dalam mengenal teknologi informasi sosial media. Sehingga dalam hal ini akan mengakibatkan penjualan barang produksi menjadi sedikit, kemudian menjadikan pendapatan yang diperoleh produsen didalamnya menurun, dan akan menjadikan angka kemiskinan di Desa Tenjo meningkat.

Kalo masalah ekonomi di Leuweng Gede mah neng palingan juga banyak anak-anak muda yang putus sekolah karena faktor biaya, juga kurangnya dukungan orang tua bahwa ternyata anak dibiarkan bolos sekolah karena dianggap mengurangi beban ekonomi keluarga, jadi biasanya mereka ngikut jualan ke Tanah Abang”, ujar Meli, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).

Ditambah lagi KWT mah kaga ada yang paham android. Mau jualan online gimana orang yang paham gituan anak-anak muda. Sekarang juga anggota KWT udah berkurang, pada izin ada yang hamil lah segala macem, yang aktif cuma tinggal bertiga.” Tambahnya.

Pelatihan Marketing dan inovasi produk PKPU Human Initiative

Menanggapi hal tersebut, kalangan pemuda di Desa Tenjo adalah sasaran utama yang menjadi harapan dalam menanggapi kendala akses pemasaran yang kurang optimal ini. Maka diperlukan adanya pelatihan marketing bisnis online dan inovasi produk, sehingga para pemudalah yang menjadi kader-kader harapan bangsa dalam mendukung serta mewujudkan Sustinable Development Goals di Desa Tenjo. (Farah/ed. M. Huda)

Leave a Comment