Merajut Ukhuwah Dengan Dakwah Bernuansa Ilmiah melalui FoSSEI

Mantingan-Diklat Ekonomi Islam (DEI) merupakan acara rentetan untuk pengkaderisasian menjadi anggota KSEI dan FoSSEI yang didalamnya terdapat pengenalan keilmuan, orientasi keorganisasian, serta skill dasar, kegiatan ini berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2020. Dengan adanya FoSSEI dan KSEI, cita-cita ekonomi Islam harus selalu senantiasa diperjuangkan untuk menghadirkan suatu tatanan sistem perekonomian yang berkeadilan, egaliter dan berperadaban yang dijiwai nilai-nilai keIslaman. Membumikan Ekonomi Islam di era modern ini tidaklah mudah . Oleh karena itu, dalam memperjuangkan tujuan-tujuan tersebut, kader-kader FoSSEI haruslah setia dan berpegang teguh pada ajaran-ajaran Islam dengan memohon petunjuk dari Allah Swt dan berjuang untuk menekan tingkat kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.

Apasih itu FoSSEI? FoSSEI merupakan organisasi yang tercipta dari akumulasi ukhuwah dari semua KSEI-KSEI yang telah terbentuk. Peranan FoSSEI sebagai lembaga mediasi ukhuwah antar KSEI sama seperti sebuah lidi yang membentuk sapu yang kokoh. KSEI menjadi pondasi utama berkembangnya FoSSEI untuk membangun ekonomi Islam dalam peradaban. Sehingga kualitas KSEI yang ada di seluruh Indonesia akan menunjukkan kualitas FoSSEI sebagai salah satu poros penggerak ekonomi Islam. Sementara, kualitas FoSSEI menjadi representasi kualitas dakwah ekonomi Islam di tingkat mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan KSEI harus menjadi bagian dari program utama FoSSEI dalam dakwah ekonomi Islam  

Ustazah Ely Windarti Hastuti, M.Sc., A.K. Dalam Pembekalan DEI

Kini terdapat 96 Kelompok Studi Ekonomi Islam di 15 Regional dari jumlah mahasiswa yang di Indonesia +-3.500.000 orang. Tujuan dari terbentuknya FoSSEI adalah tercapainya komunikasi yang efektif antar mahasiswa yang peduli dalam pengembangan dan pengkajian ekonomi Islam serta terwujudkannya wahana aktualisasi diri secara kolektif sebagai wujud peranan mahasiswa dalam pengembangan wacana ekonomi Islam dalam tataran teorI dan aplikasi.

“Pengurus itu adalah orang yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan sendirinya. Apabila belum selesai dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa membawa orang lain?” ujar Ely Windarti Hastuti, M.Sc., Ak dalam pembekalan keorganisasian ini.

Penyerahan Penghargaan Oleh Ketua KSEI UNIDA Putri

Tidak ada kata usai untuk menjadi anggota FoSSEI, setelah alumni menjadi anggota FoSSEI terdapat komunitas baginya yang disebut sebagai KA-FOSSEI (Korps Alumni FOSSEI). KA-FOSSEI merupakan wadah bagi para alumni kelompok-kelompok studi ekonomi Islam (KSEI) yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). Hingga akhir tahun 2017, telah terlebih dari 160 KSEI tergabung di FOSSEI baik yang berada di PTN, PTS maupun PTKIN-PTKIS dan pada tahun 2004 telah dinisiasi pembentukan KA-FOSSEI di Bandung berdasarkan rekomendasi alumni KSEI disebuah kedai kopi di Jakarta pada tahun 2003 . Harapan dari adanya Diklat Ekonomi Islam ini adalah agar lebih mengenal tentang FoSSEI khususnya serta untuk merekatkan tali silaturrahim antar anggota serta mengoptimalkan peran professional para anggota pada umumnya. (Fitra/ed. M.Huda)

Leave a Comment