Mengenal lebih dekat tentang zakat produktif

Share

Secara bahasa kata produktif berasal dari bahasa inggris productive yang berarti banyak menghasilkan, memberikan banyak hasil, banyak menghasilkan barang-barang berharga, yang mempunyai hasil yang baik. Secara umum produktif berarti banyak menghasilkan karya atau barang. Produktif juga berarti banyak menghasilkan, memberikan banyak hasil. Dalam hal ini kata yang disifati adalah kata zakat, sehingga menjadi zakat produktif yang artinya zakat dimana dalam pendistribusiannya bersifat produktif lawan dari konsumtif.

Dasar Hukum Zakat dalam Al Qur’an dan Hadis ada ayat yang memerintahkan untuk menunaikan zakat yaitu dalam surat An-Nur : 56, Al Baqarah : 43, dan At Taubah : 103, Al Baqarah : 3, dan At Taubah : 60 yang hanya menyebutkan pos-pos dimana zakat diberikan, tidak menyebutkan cara pemberian zakat kepada pos – pos tersebut. Teori hukum islam menunjukkan bahwa dalam menghadapi masalah-masalah yang tidak jelas rinciannya didalam Al Qur’an dan Hadis, penyelesaiannya adalah dengan metode ijtihad. Ijtihad atau pemakaian akal dengan tetap berpedoman pada Al Qur’an dan Hadis. Dengan demikian, berarti bahwa teknik pelaksanaan pembagian zakat bukan sesuatu yang mutlak, ia akan menjadi dinamis, dapat disesuaikan dengan kebutuhan disuatu tempat.

 

Golongan Penerima Zakat

Pendapat Ulama Mengenai Zakat Produktif ada pendapat menarik yang dikemukakan oleh Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fikih Zakat yang dikutip oleh Muhammad Ridwan, bahwasannya” pemerintah islam diperbolehkan membangun pabrik-pabrik atau perusahaan-perusahaan dari uang zakat untuk kemudian kepemilikan dan keuntungannya bagi kepentingan fakir miskin, sehingga akan terpenuhi kebutuhan hidup mereka sepanjang masa “

Negara bertugas dan bertanggung jawab terhadap kemakmuran dan dan kesejahteraan rakyatnya. Dengan ikut sertanya pemerintah dalam kebijakan zakat, diharapkan dapat mempermudah dan membantu tugas-tugas pemerintah tersebut.

Dengan pengelolaan zakat yang maksimal akan menunjang terbentuknya keadaan ekonomi growth with equity, peningkatan produktivitas yang dibarengi dengan pemerataan pendapatan serta peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal ini berarti secara tidak langsung akan dapat mencegah praktik riba, akan membangun kerjasama ekonomi, akan menciptakan sistem jaminan sosial dan yang terpenting akan dapat mengangkat ekonomi rakyat lemah.

Demikian penulisan artikel pada kesempatan kali ini semoga bisa menambah pengetahuan kita bersama. Aamiin (Sifa)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*