Kunjungan Studi Akademik FEB UPI Bandung ke FEM UNIDA Gontor

Dalam rangka pemantapan proses pembelajaran pada kurikulum pendidikan ekonomi, jurusan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FEB UPI) Bandung berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) UNIDA Gontor. Studi Akademik ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling bertukar pikiran dan ajang silaturrahim antara FEB UPI Bandung dan FEM UNIDA Gontor, dan kedepannya dapat saling bekerjasama.

Pada hari Selasa (8/10) di Hall CIOS, Dosen Pembimbing dari FEB UPI Bandung Dr. Juliana, S.Pd., ME.Sy menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan suatu pembelajaran terkait bidang keilmuan ekonomi Islam serta pendidikan bagi mahasiswa dan mahasiswi FEB UPI Bandung dengan mendatangi langsung lembaga yang masyhur dengan sistem wakafnya hingga mampu mendirikan Unit Usaha didalam Pondok serta Kampus yang dikelola Gontor. Sehingga hasil pembelajaran dari kunjungan studi akademik ini diharapkan dapat tertanam dalam diri mahasiswa dan mahasiswi FEB UPI Bandung, karena belajar langsung dari sumbernya.

Dalam kunjungan ini, Kepala Program Studi Ekonomi Islam FEM UNIDA Gontor Al-Ustadz Mufti Afif, Lc., M.A. menyampaikan materi yang bertemakan wakaf sebagai penggerak kemandirian ekonomi umat. Dimulai dengan pemaparan materi teoritikal wakaf dan dilanjutkan dengan aplikasi wakaf yang diterapkan di Gontor, sesuai dengan judul materi kunjungan studi akademik ini.

Dari awal berdirinya PM Darussalam Gontor yang merupakan tanah wakaf, yang sekarang menjadi Pondok dengan puluhan unit usaha yang dijalankan oleh asatidz. Wakaf jasa (wakaf badan) merupakan sebutan yang cocok bagi asatidz disini, karena para asatidz mewakafkan jasa, waktu, dan badan mereka demi menjalankan seluruh program kegiatan dalam unit usaha yang dikelola Gontor. Dengan jiwa keikhlasan para pelaksana wakaf jasa ini, unit usaha menjadi lebih baik dan selalu berkembang menjadi unit usaha yang berkwalitas guna memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan para santri dan asatidz dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga seluruh unit usaha Gontor dapat dijadikan pilihan utama dalam memenuhi semua kebutuhan. Dari sinilah tercipta ekonomi mandiri di Gontor. (Aqif)

Leave a Comment