Konsep OSPEK di Prodi Ekonomi Islam UNIDA Gontor

Entah dari kapan dan asal kata OSPEK ini, Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus itu kepanjangannya. Terdapat banyak sekali versi pelaksanaan OSPEK di setiap kampus di Indonesia. Sejatinya, OSPEK ini memiliki tujuan yang baik untuk mengenalkan mahasiswa baru khususnya, tentang orientasi studinya kelak. Sayangnya, niat baik itu terkadang tidak tersampaikan sebagaimana mestinya

Hal ini terbukti dari apa yang terdengar di berita, beberapa kali terjadi kasus kekerasan bahkan kematian akibat OSPEK. Bahkan, mahasiswa dibuat agar memiliki penampilan yang konyol dan bodoh dengan penggunaan atribut yang aneh dan tidak wajar.

Hal inilah yang terbesit saat kita membayangkan OSPEK di sekolah atau kampus non pondok pesantren. Lain cerita, karena artikel ini akan memuat beberapa konsep orientasi pendidikan dan studinya di Universitas Darussalam Gontor, khususnya di prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Pembukaan OSPEK Fakultas Ekonomi dan Manajemen

1. SERAGAM

Dalam menu OSPEK ala Ekonomi Islam UNIDA Gontor tidak ada pakaian aneh dari karung goni, karton atau lainnya. Kita hanya dituntut menyesuaikan seragam menurut alam pendidikan di Gontor. Sejak awal masuk UNIDA Gontor, mahasiswa tidak diperkenankan mengenakan pakaian berbau partai, ormas, klub, suku atau kelompok tertentu, termasuk kotak-kotak dan status sosial.

Seragam OSPEK Putra: kemeja yang standar, berlengan panjang, tidak berwarna mencolok, gelap dan terlalu colorfull (menggunakan jas almamater), celana, ikat pinggang dan sepatu berwarna gelap.

Seragam OSPEK Putri: baju atasan sampai lutut atau sampai batas tangan dan rok panjang (menggunakan jas almamater), dan kerudung warna putih dan/atau crem.

Budaya ini mengajarkan, bahwa pendidikan di UNIDA Gontor anti intervensi dan bebas fanatik apapun. Praktik yang sama juga telah diajarkan sejak masih menjadi santri santriwati di Pondok Pesantren.

Acara Penutupan OSPEK Kampus Putri di Kebun Teh Jamus

2. DARI PANITIA OSPEK JADI SAUDARA

Semua mahasiswa baru di-upgrade dalam organisasi entah itu di kelas, sektor, antar prodi, antar kampus maupun di asrama. Selama masa OSPEK universitas, fakultas maupun prodi, masing-masing mahasiswa yang tidak saling kenal ini akan saling mengenal dan berkolaborasi, karena sebelumnya mereka tidak pernah kenal satu sama lain.

Berbagai kegiatan dirancang oleh panitia yang berasal dari semester 3. Selain narasumber dari Dosen, panitia juga menunjuk mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri, baik kaka kelasnya maupun para wisudawan wisudawati yang baru selesai menyelesakan studinya. Semua ikut berpartisipasi dalam acara OSPEK tersebut, misalnya saja Tolkshow and Sharing Experience, Ekis Go Internasional yang disampaikan oleh Sayyid Zaimudin Al-Mahdi mokan, lalu ada Kajian Indah Maqosidu As-Syariah oleh Sayyid Sahrul Syarifuddin, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Jadilah semua Ini adalah proses alamiah pembelajaran dan perkenalan yang secara sengaja dibentuk dan dibuat dalam sebuah kegiatan. Taruf yang berproses dalam setiap organisasi itulah yang menjadikan ukhuwah islamiyyah terjalin begitu erat.

Khutbatu-l-‘Arsy Tahun Lalu

3. APEL TAHUNAN ATAU KHUTBATU-L-‘ARSY

Khutbatu-l-‘Arsy atau yang dikenal juga dengan Pekan Perkenalan adalah rentetan acara yang berlangsung selama beberapa hari, bahkan persiapannya mungkin berbulan bulan sebelum acara. Di antara banyaknya agenda kegiatan yang terpenting adalah Apel Tahunan.

Upacara ini formal diadakan oleh Universitas Darussalam Gontor sejak tahun 2017. Saking resminya ceremoni ini, semua penghuni Universitas Darussalam Gontor sangat wajib menghadirinya, tidak terkecuali dosen Luar Biasa (LB), bahkan dosen tidak tetap sekalipun.

Rektor UNIDA Gontor, Al Ustadz Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. menekankan bahwa mengenal Universitas Darusslam Gontor ini tidak cukup setahun-dua tahun, butuh seumur hidup. Karena Universitas Darusslam Gontor ini selalu berkembang, sementara niat dan orientasi manusia selalu berubah, naik-turun. Di sinilah tempatnya tajdidun niyah (pembaruan niat).

4. KEPONDOKMODERNAN

Setelah berdiri lama dalam Apel Khutbatu-l-Arsy, dilanjutkan dengan LKBB berkilometer, mahasiswa antar program studi dan fakultas langsung diarahkan menuju hall pertemuan untuk menghardiri kuliah umum 1 tentang kepondokmodernan. Berlangsung 4 bapak selama 2 hari berturut-turut.

Alhambra Night Mengakhiri Pekan Khutbatu-l-‘Arsy

5. ALHAMBRA NIGHT

Puncak acara dari pekan perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy ialah malam Alhambra. Acara ini bukan hiburan, tapi sarana pendidikan dan menjalin kebersamaan antar mahasiswa, antar fakultas, antar prodi, antar sektor, bahkan antar staff universitas. Dalam perjalanan menuju malam pagelaran tersebut, mahasiswa digodok ittihad dan ittifaq mereka. Dengan perhelatan ini, mereka akan sadar bahwa setiap mereka memiliki kemampuan dan potensi.

Salah Satu Acara dalam Alhambra Night

6. SETENGAH TAHUN

Berakhirnya Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy, dengan diselenggarakannya Alhambra Night, mahasiswa akan langsung dihadapkan dengan banyak kegiatan kurikulum UNIDA Gontor. Saking banyak dan padatnya kegiatan di semester ganjil ini, tidak terasa para mahasiswa sudah berada didepan pintu ujian pertengahan tahun. Sehingga, tidak jarang bagi sebagian dosen akan memaksa untuk mengadakan kelas tambahan untuk mengejar ketertinggalan kelas regulernya. [Masrifa]

Leave a Comment