Kisah seorang santri kuliah di luar negeri

Share

Menuntut ilmu merupakan salah satu tujuan mulia dalam Islam. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW yang berarti “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”. Hal ini menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah perjuangan yang penuh tantangan dan harapan. Seperti halnya, perjuangan untuk dapat kuliah menimba ilmu di negara yang menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan kontemporer saat ini yaitu Inggris atau United Kingdom.

Tulisan ini akan menggambarkan beberapa hal mulai dari perkuliahan sampai dengan kehidupan di negara tersebut dari perspektif seorang santri. Untuk memudahkan para pembaca, tulisan ini akan dibagi dalam beberapa bagian yang akan disampaikan secara terpisah dan bertahap.

Bagian pertama ini akan menjelaskan suasana kampus dan lingkungan di London. Pertama, kampus tempat studi saat ini adalah “Kingston University London” dengan program “Doctor of Philosophy Business & Social Sciences Research Political Economics”. Universitas ini memiliki 6 (enam) kampus yang terletak di wilayah Kingston London. Perlu diketahui bahwa London terdiri dari 32 wilayah (kalau di Indonesia mungkin mirip kecamatan) dan Kingston adalah salah satu wilayah yang membentuk London, khususnya terletak di bagian barat daya (southwest) dari pusat kota. Program PhD yang sedang diambil saat ini berada di kampus pusat yaitu Penrhyn Road Campus. Karena kampus pusat, maka segala fasilitasnya juga paling lengkap dibandingkan dengan kampus lainnya. Salah satu fasilitas yang paling penting bagi seorang pelajar muslim adalah tempat shalat atau prayer room, yang mana cukup menampung 100 jamaah baik putra maupun putri lengkap dengan fasilitas wudhu-nya. Meskipun demikian, pada saat shalat Jumat fasilitas tersebut masih kurang, sehingga shalat Jumat dilaksanakan 2 (dua) gelombang sebagaimana umumnya masjid-masjid di London. Hal ini menunjukkan bahwasanya jumlah pelajar muslim di kampus ini cukup signifikan.

Fasilitas penting lainnya untuk mahasiswa adalah perpustakaan. Di perpustakaan mahasiswa dapat menggunakan PC, printer, fotocopy, scanner dan meminjam laptop selama di perpustakaan. Karena merupakan universitas modern, kafe juga tersedia di dalam perpustakaan sehingga kesannya lebih hidup dan nyaman. Di samping mendapatkan akses referensi online dan offline dari perpustakaan di semua kampus, mahasiswa juga mendapatkan akses pada perpustakaan di universitas lainnya di wilayah Britania Raya, bahkan sampai dengan fasiltas layanan peminjaman buku. Selain itu, terdapat pula layanan konsultasi IT bagi mahasiswa yang memiliki kendala terkait jaringan wifi ataupun software. Sebagai informasi tambahan setiap mahasiswa memiliki akses OS Windows 10 dan MS. Office serta beberapa aplikasi analisa ekonomi lainnya seperti SPSS, R Studio, Stata secara gratis selama menjadi mahasiswa.

Kedua, dari segi kehidupan, London terkenal dengan keberagaman atau diversity yang menjadi kebanggaan masyarakat di kota ini. Hal ini berarti bahwa kita akan menjumpai berbagai macam etnis selain etnis mayoritas kulit putih atau White British people, yaitu etnis Pakistan, India, Afghanistas, Bangladesh, Srilanka, Cina dan Asia Tenggara. Di wilayah Kingston sendiri, populasi muslim cukup banyak, hal ini dapat dilihat dari keberadaan masjid dengan kapasitas 300-350 jamaah yang juga mengadakan shalat Jumat dalam 2 (dua) gelombang. Gelombang pertama dengan Bahasa Inggris yang dimulai pukul 1.20pm (summer time)/12.20pm (winter time) dan gelombang kedua pukul 2pm (summer time)/1pm (winter time) dengan Bahasa Arab. Keberagaman juga tampak dari restoran yang tersedia di beberapa wilayah di London mulai dari restoran khas Turki, Lebanon, India, Pakistan, Malaysia sampai masakah khas Nusantara. Sehingga, sebagai muslim tentunya akan terasa mudah untuk mendapatkan restoran dan toko grosir yang menyediakan makanan dan bahan pokok yang halal. Restoran yang menyediakan menu halal akan menempelkan stiker atau informasi halal di pintu atau etalasenya. Untuk bahan makanan, tersedia juga toko grosir yang menyediakan bumbu-bumbu khas Asia dan Nusantara (termasuk sambal terasi, kecap dan kerupuk) seperti Sainsbury’s, Londis dan Longdan.

Kesimpulan dari tulisan bagian pertama ini adalah dari aspek universitas dan kota London keduanya dapat digolongkan cocok dan mendukung untuk seorang santri untuk belajar baik dari segi fasilitas, sarana ibadah dan ketersediaan menu dan bahan makanan halal.

Bagi rekan-rekan dapat mengusulkan topik atau tema selanjutnya dengan memberikan komentar atau pertanyaan di bawah ini untuk dijawab dalam bentuk tulisan. Syukran. (Royyan Ramdhani Djayusman)

1 Comment

  1. Masyaa Allah ust. How to get these marvellous experience at London. Can I get the story so finally you got the scholarship to study there. Please make a such article, It’s gonna be so much WORTH IT!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*