KIAT-KIAT MENCETAK JIWA PEMIMPIN ALA PENDIRI GONTOR

Leadership Camp sebagai acara awal dalam rentetan kegiatan Pekan Mahasiswa Hawari 2020 dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, al-Ustadz Dr. Khoirul Umam, M.Ec pada Sabtu, 5 September 2020 di Hall CIES UNIDA Gontor lantai 2. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula sekretaris Fakultas Ekonomi dan Manajemen, al-Ustadz Adib Susilo, M.S.I yang bertindak sebagai pemateri pada sesi pertama Leadership Camp ini.

Mengawali sambutannya, al-Ustadz Dr. Khoirul Umam memaparkan elemen yang harus melekat pada acara seperti leadership camp ini.

“Dalam acara yang bernuansa leadership harus mengandung dua aspek, yaitu aspek yang tidak terlihat (intangible aspect) dan aspek yang terlihat (tangible aspect).” Tutur beliau.

Dipaparkan bahwa aspek yang tidak terlihat merupakan framework atau cara berpikir sesorang. Hal ini sangat penting karena benar tidaknya suatu tindakan dimulai dengan benar salahnya cara berpikir seseorang. Beliau mencontohkan seseorang yang menganggap sholat berjamaah di masjid tidak ada bedanya dengan shalat di kamar maka dengan sendirinya ia akan malas pergi ke masjid. Begitupun dengan seorang pemimpin harus memiliki framework yang benar sehingga ia dapat merumuskan visi dan misi yang tepat, dapat menggerakkan anggotanya dengan pendekatan yang tepat, serta dapat menghadapi problem dengan solusi yang proper.

Elemen selanjutnya yang harus ada selain intangible aspect adalah aspek yang tampak. Beliau menjelaskan yang dimaksud dengan aspek yang tampak adalah terkait dengan lingkungan. Masih mengenai sholat jamaah ke Masjid, beliau menuturkan bahwa terkadang seseorang telah memiliki cara pandang yang benar untuk shalat berjamaah di masjid, akan tetapi impiannya untuk menuju masjid dapat terasa sangat berat digapai karena lingkungannya tidak membiasakan dirinya melangkahkan kakinya menuju masjid. Hal ini lah yang harus dimunculkan dalam leadership camp, sebuah lingkungan yang dapat membiasakan para anggotanya memimpin diri sendiri serta rekan-rekannya.

Denganmenciptakan miliu yang kental akan kepemimpinan, maka para peserta dapat terbentuk jiwa leadershipnya karena didorong oleh lingkungan yang memaksa mereka bertindak sebagai pemimpin, disamping juga penggemblengan framework yang benar.

Lebih lanjut Dr. Khoirul Umam menambahkan kiat-kiat mencetak jiwa kepemimpinan dengan 3 pendekatan menurut KH. Abdullah Syukri Zarkasyi. Ketiga cara tersebut adalah pendekatan idealisme, pendekatan tugas, dan pendekatan manusiawi.

Singkatnya, pendekatan idealisme adalah dengan menyamakan persepsi dan cara pandang terhadap sesuatu. Sedangkan pendekatan tugas adalah dengan menggembleng para calon pemimpin melalui berbagai penugasan tiada henti agar kelak terbiasa menghadapi banyaknya permasalahan. Terakhir, pendekatan manusiawi adalah tentang memperlakukan orang lain secara friendly sehingga saling memiliki kedekatan hati.

“Maka, saya harap dengan memunculkan unsure-unsur tadi, Leadership Camp ini benar-benar menjadi wahana untuk mencetak dan mempersiapkan calon pemimpin, bukan saja mencetak anggota yang hanya patuh pada perintah,” pungkas beliau. [A.M.Muhammad]

Leave a Comment