Keistimewaan Al-Qur`an di Bulan yang Istimewa

Share

Sahabat ekonomi Islam yang berbahagia, memasuki hari yang ke 7 dari bulan Ramadhan tahun ini mari kita saling mengajak dan menasehati dalam rangka meningkatkan iman serta kualitas ibadah satu sama lain. Karena tujuan hidup kita memang satu dan sama; yaitu meraih kebaikan di dunia dan kesejahteraan di akhirat.

Kami mengajak diri kami sendiri khususnya dan mengajak sahabat ekonomi Islam untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan momentum yang berharga ini yaitu bulan yang penuh berkah. Bulan di mana semua amal kebajikan dilipat gandakan pahalanya, di dalamnya penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, yang seharusnya kita semua sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk meraih semua janji-janji Allah selama Ramadhan tersebut. Sebelum datangnya bulan Ramadhan mestinya sudah terdapat list tentang kegiatan-kegiatan yang manfaat untuk mengisi hari-hari (baik siang maupun malam) selama bulan berkah ini, merencanakan amalan-amalan yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya. Sudahkah masing-masing dari kita mempunyai niat untuk mengkhatamkan al-Qur’an berapa kali selama sebulan? berapa kali sedekah harta? berapa nominal harta yang akan disedekahkan? dan berapa kali i’tikaf? serta banyak lagi kebajikan-kebajikan lainnya yang mendatangkan cinta Allah kepada kita.

Di antara amalan-amalan yang kami sebutkan di atas, yang paling mudah dikerjakan adalah membaca al-Quran. Karena dengan membaca al-Quran, setiap dari hurufnya akan diberikan 10 pahala kebaikan oleh Allah SWT. Maksud dari satu huruf itu bukan kalimat atau satu ayat, tapi betul-betul huruf seperti huruf “alif”, “lam”, dan “mim” dalam ayat ( ألم ), jadi ketika kita membaca satu ayat tersebut (seperti ألم ) dijanjikan Allah SWT dengan 30 kebaikan. Belum lagi bila kita memiliki target lebih dari 1 halaman tiap hari yang meliputi banyak huruf di dalamnya, seperti dalam kalimat basmalah, bila dirinci kalimat tersebut memuat 19 huruf, yang mana 19 dikalikan 10 maka menjadi 190 pahala kebaikan dari sisi Allah SWT. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ »

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Bagi yang belum bisa membaca al-Qur’an bagaimana? Jawabannya; wajib belajar. Terbata-bata dalam belajar membaca al-Qur’an juga mendapatkan pahala, yaitu dua kebaikan. Setiap huruf yang terucap dari kesalahan-kesalahan karena berusaha memperbaikinya, diberi dua pahala dari sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Kami menyebut bahwa membaca al-Qur’an adalah cara paling mudah meraih barokah di bulan Ramadhan ini, karena ia bisa dikerjakan oleh siapa saja dan kapan saja, yang belum lancar membaca dapat pahala, yang sudah lancar ditemani para malaikat, yang sedang sibuk bisa membaca tanpa teks (seperti menghafal alfatehah), yang sedang lengang bisa membuka mushafnya, bahkan yang sedang masak sekalipun bisa membacanya. Pada intinya semua orang bisa mengamalkan baca al-Qur’an ini, baik orang kaya ataupun tidak, dan seterusnya. Maka bulan Ramadhan ini adalah kesempatan yang besar bagi kita untuk meraih kebajikan dari Allah SWT, marilah diprogram direncanakan kembali untuk mengisi Ramadhan kali ini dengan target-target yang maksimal. Bagi yang punya kelebihan rezeki, bisa dengan menambah pahala lewat sedekah, yang punya tenaga bisa membatu saudara yang butuh pertolongan, dan sebagainya.

Sebelum bulan Ramadhan terus berkurang, maka detik ini kita siapkan untuk merancang kembali. Belum tentu tahun depan kita ketemu bulan yang penuh berkah ini.

(Mufti A.)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*