Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran

Share

Pengangguran adalah masalah ekonomi utama yang sering terjadi pada masyarakat. Masalah tersebut dapat memunculkan efek buruk yang bersifat ekonomi, politik, dan sosial. Pada kebanyakan negara masalah perekonomian yang utama dihadapi oleh setiap negara adalah masalah pengangguran. Pengangguran adalah keadaan tanpa pekerjaan yang dihadapi oleh segolongan orang yang telah berusaha mencari pekerjaan, tetapi tidak memperolehnya.

Berdasarkan kepada ciri pengagguran yang berlaku, pengangguran dapat pula digolongkan sebagai ;

  1. Pengangguran Terbuka.
  2. Pengangguran Tersembunyi.
  3. Pengangguran Bermusim.
  4. Setengah menganggur.

Pengangguran Terbuka

Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerajaan. Efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan sesuatu pekerjaan.

Pengangguran Tersembunyi.

Pengangguran ini terutama terjadi dalam sektor pertanian atau jas. Setiap kegiatan ekonomi memperlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor ; besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi.

Pengangguran Bermusim.

Pengangguran ini terutama terjadi pada sektor pertanian dan perikanan. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpakas menganggur. Pada musim kemarau pula para petani sawah tidak bisa mengerjakan sawah. Apabila dalam masa ini para penyadap karet, nelayan dan sawah tidak tidak melakukan pekerjaan yang lain maka merekan terpasa menganggur.

Setengah menganggur.

Penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota sangat pesat. Sebagai akibatnya tidak semua orang yang pindah kita ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Sebaiannya terpaksa menjadi pengangguran sepenuh waktu. Di samping itu ada pula ada yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. Pekerjaan yang sedemikian digolongkan sebagai setengah menganggur.

Adapun tujuan dari kebijakan pemberintah dalam sektor ekonomi ialah :

  • Menyediakan lowongan pekerjaan.
  • Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.
  • Memperbaiki pembagian pendapatan

Sehingga dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Aamiin (sifa)

Sumber ; Buku Makro Ekonomi teori penghantar, Sadono sukirno

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*