ei.unida.gontor.ac.id – Monday Night Leacture yang merupakan kajian pekanan dari HMP di Prodi Ekonomi Islam yang kali ini dibuka dengan Kajian bedah buku untuk Semester Gasal Tahun Akademik 1442/2021. Kajian kali lebih spesial daripada kajian biasanya karena diisi dengan kegiatan bedah buku oleh Kaprodi Ekonomi Islam Al-Ustadz Mufti Afif, Lc., M.A., yang berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Filantropi Islam Berbasis Masjid”. Acara dilaksanakan tadi malam, (Senin, 21 Juni 2021), Pukul 20.00 WIB, bertempat di Aula Gedung CIES (Centre for Islamic Economic Studies) lantai 2, yang dihadiri oleh beberapa dosen dan kurang lebih 30 mahasiswa Prodi Ekonomi Islam lintas semester.

Secara umum pemateri menyampaikan bahwa perekonomian umat Islam bisa kembali seperti masa kejayaannya apabila masjid difungsikan sebagai pusat kegiatan perekonomian. Mengingat jumlah masjid di Indonesia sendiri lebih banyak dari pada lembaga filantropi Islam lainnya seperti LAZ maupun lembaga wakaf yang tersebar di seluruh Indonesia.

Diskusi semakin hangat tatkala pembahasan mengenai tata kelola wakaf ZISWAH (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf dan Hibah) begitu pula perbedaan dari jenis-jenis filantropi tersebut. Tidak hanya itu, pemateri juga menyampaikan perbedaan sistem-sistem perekonomian (Kapitalsis, Sosialis, dan Ekonomi Islam), tatakala dihadapkan dengan ujian berupa wabah seperti Covid-19 yang sedang marak sekarang ini. Disampaikan bahwa sistem ekonomi Islam mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kemiskinan dan pengangguran di antaranya melalui optimalisasi filantropi Islam yaitu ZISWAH.

Kaprodi Ekonomi Islam Al-Ustadz Mufti Afif, Lc., M.A. saat menyampaikan materi

Kegiatan bedah buku kali ini diawali dengan pembukaan oleh moderator yaitu saudara Maulid Abdilah Alhas (Semester 5) PSEI, kemudian dilanjutkan ulasan singkat tentang pengantar isi buku yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Suminto, S.H., M.E., yang secara umum buku tersebut menjelaskan dan memaparkan bahwa masjid adalah center of civilization tempat ibadah umat Muslim sekaligus sebagai pusat perkembangan peradaban umat Islam.

“Dalam buku ini penulis mencoba memotret peran masjid sebagai pusat ekonomi umat yang mana di dalamnya terdapat upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan filantropi Islam. Buku ini dengan detail mengulas tentang jenis-jenis filantropi Islam yang terangkum dalam kata ZISWAH (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf dan Hibah).” Terang beliau.

Cover Buku

Penulisan buku tersebut dilatar-belakangi karena masih banyaknya di kalangan umat Muslim masih bingung dan bahkan tidak mengetahui perbedaan jenis filantropi Islam. Di samping itu, banyak umat Muslim yang minim akan literasi tentang masjid dan pengelolaannya. Dalam buku tersebut juga tidak hanya menjelaskan tentang masjid dan pengelolaan filantropi Islam saja, tapi lebih konkrit buku tersebut mengungkapkan langkah-langkah bagaimana secara gamblang metode memakmurkan masjid, yang disertai dengan teknik-tekniknya dengan kombinasi teori PAR (Participatory Action Research) hasil praktik pada masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi selama 30 menit dan disimak dengan khusuk oleh para audien yang hadir. Dalam kajian tersebut tidak hanya pemaparan dan diskusi hangat semata, tetapi juga diiringi dengan komentar tentang isi dan substansi buku, baik dari sisi redaksional maupun substansial. Kegiatan diskusi tanya jawab berlangsung aktif dan berkembang cukup hangat, tentunya hal ini menandakan bahwa para mahasiswa Prodi Ekonomi Islam turut aktif berperan dan terlibat langsung dalam sebuah diskusi.

Harapan penulis, selain kontribusi keilmuan juga pengenalan terhadap pengelolaan filantropi yang didukung dengan institusi masjid, InsyaAlah terhindar dan jauh dari transaksi syubhat maupun ribawi. Pada sesi penutupan kepada seluruh peserta mahasiswa Prodi Ekonomi Islam yang hadir, beliau berpesan:

“Jadilah pengurus atau marbot masjid, tapi bergelar Profesor di bidang Ekonomi Islam. (Habib_Ashari)

Leave a Comment