KAJIAN BULANAN MAHASISWI EI MANTINGAN BERTAJUK MEKANISME PASAR ISLAMI

Kajian bulanan yang diadakan oleh mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam berlangsung meriah. Pasalnya seminar kali ini dipandu langsung oleh tiga dosen ekonomi Islam sekaligus yaitu Al ustadz Mufty Afif, Al Ustadz Lukman Nugraha dan Al Ustadz Andi Triyawan. Judul dari pembicara terakhir adalah Mekanisme pasar Islami.

Tema ini sangat menarik tentunya untuk dikupas, karena inti dari sebuah tatanan ekonomi adalah terletak pada pasar dan harga. Suatu ketika Rasulullah diminta oleh para sahabat untuk menetapkan harga komoditi dipasar, namun dengan bijak Rasulullah menjawab bahwasannya al musa’ir  (yang menetapkan harga) adalah Allah SWT. Dari jawaban rasulullah ini, bisa kita cermati bahwa pada hakekatnya pemerintah tidak boleh mengintervensi pasar, kecuali ada hal yang sangat dhorury untuk diambil ketetapan.

Di Indonesia, penetapan harga juga dilakukan oleh pemerintah seperti harga BBM, karena berpotensi sebagai hajat hidup rakyat banyak. Maka monopoli yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap BBM merupakan kegiatan yang mengandung maslahah. Lain halnya monopoli yang dilakukan oleh pihak swasta yang memang sengaja untuk menguasai pasar dan kemudian menaikkan harga semaunya.

Dilain sisi, listrik di Indonesia dipegang langsung oleh PLN (perusahaan listrik negara). Tarif dasar listrik per KWH ditentukan langsung oleh pemerintah sehingga hajat rakyat terhadap listrik dapat terpenuhi dengan baik. Meskipun di era Jokowi banyak sekali subsidi rakyat yang dicabut dan dialihkan kepada pembangunan infrastruktur.

Kontrol pemerintah terhadap pasar sangat penting sekali. Karena sudah sejak 14 abad yang lalu rasulullah juga menjaga pasar agar tidak terjadi kedholiman. Suatu ketika Rasulullah pernah berjalan di pasar dan kemudian beliau mendapati seorang penjual kurma, kemudiaan beliau memasukkan tanganya kedalam tumpukan kurma tersebut. Dan didapat kurma yang berada dibawah basah sedangkan kurma yang berada diatasnya adalah kurma kering. Ini juga salah satu bentuk kecurangan seorang penjual kurma. Kemudian beliau menegurnya untuk tidak mencampur kurma basah dan kurma kering.

Pengawasan yang dilakukan oleh Rasulullah, selanjutnya dilakukan oleh Umar bin khattab dengan mengangkan seorang sohabiyah untuk menjadi Muhtasibah (al hisbah) pengontrol pasar. Dizaman kita hari ini, kategori pasar sudah luas maknanya. Tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Bahkan sudah merambah dunia digital yang berupa pasar online. Misalnya Shopee, Bukalapak, Tokopedia dan lain sebagainya. Semua itu pasar online tempat berjualan antara pembeli dan penjual melalui penjual. Didunia perbankan terdapat pasar perbankan, didunia modal ada pasar modal, bursa efek. Menteri keuangan, OJK, BI, bagian Bea Cukai, kementrian perindustrian adalah beberapa instansi pemerintah yang mempunyai tugas sebagai Al hisbah di Indonesia.

Leave a Comment