Jamus Menyimpan Sejuta Cerita

Ngawi-Masih banyak kenangan dan cerita yang tersimpan bagi mahasiswi-mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Manajemen khususnya Prodi Ekonomi Islam. Setelah sukses melalui masa Orientasi Program Studi, kali ini kegiatan ditutup dengan outbound, kegiatan ini dilaksanakan bersama seluruh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, orang-orang sekitar menyebutnya Kebun Teh Jamus (19/07/2019).

Kegiatan outbound Fakultas Ekonomi dan Manajemen untuk kedua kalinya telah sukses digelar. Kegiatan sekaligus menandai telah berakhirnya Orientasi Program Studi Ekonomi Islam dan Program Studi Manajemen di Universitas Darussalam Gontor. Selain daripada itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturrahim, karena ditemani oleh dosen pembimbing Fakultas Ekonomi dan Manajemen beserta keluarga.

Dosen FEM dalam senam massal pagi ceria

Selain untuk memupuk kekeluargaan dan kebersamaan antar anggota keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Management, ini bertujuan untuk mengajak mahasiswi mentadabburi alam, diantaranya informasi yang penulis dapatkan bahwasannya kebun teh Jamus merupakan salah satu aset milik PT. Candi Loka, meskipun berupa kebun teh, namun awalnya kebun teh ini merupakan warisan peninggalan penjajahan kolonial Belanda yang dirintis oleh seorang warga Belanda yang bernama Van De Rappart pada abad ke-18.

Dengan berjalannya waktu kebun teh Jamus terus berkembang pesat sampai dimana masa penjajahan Belanda usai dan Jepang mulai menguasai nusantara begitu pula kebun teh Jamus yang dikelola oleh pemerintahan Jepang selama 3 tahun sampai akhirnya jatuh kembali pada pemerintahan Republik Indonesia dan dikelola di bawah nauangan PT. Candi Loka hingga saat ini, pemerintah kabupaten Ngawi berinisiatif menjadikan daerah ini menjadi tempat wisata.

Perjalanan dimulai dari Gedung Mesir Baru Gontor Putri 1, Mantingan pukul 06.30, yang ditempuh selama satu setengah jam menggunakan bus sebanyak 8 rombongan. Kegiatan ini dibuka dengan senam pagi ceria yang dilajutkan dengan pembukaan oleh oleh Ustadz Suyanto, M.M.

Pembagian hadiah bagi kelompok terbaik dan juara outbond

Ikut meramaikan dalam kegiatan ini adalah beragam permainan antar kelompok diantaranya Kursi Panas, Aladdin, Judge Ball dan Ring-ring Bow serta crosscoutry atau menelusuri jejak dimana para peserta dalam kelompok harus menjawab soal serta melaksanakan tantangan-tantangan yang telah disiapkan oleh panitia. Point dari ini semua bahwa kegiatan outbond yang banyak dengan permainan sejatinya bukan permainan biasa, permainan yang yang bukan main-main. Sehingga segala seluruh permainan yang dilakukan mengandung unsur pendidikan, teamwork, leadership, kebersamaan, dan lain-lain.  Dipenghujung acara, ditutup oleh pembagian hadiah, makan siang serta perfotoan bersama. (Sheilla, Wida, ed. M.Huda)

Leave a Comment