International Seminar Microfinance 2

Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan Seminar Internasional dan Workshop mengenai Mikro Ekonomi Islam atau disebut “International and Workshop On Islamic Microfinance di Hall Gedung Terpadu dan berlangsung selama dua hari. Acara ini dihadiri oleh Mentri Keuangan Republik Indonesia yang diwakilkan oleh Staf Ahli Menteri Keuangan RI Andin Hadiyanto, Professor Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) Professor Dr. Hassanuddeen A. Aziz, dan para dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada pemateri pertama Bapak Andin Hadiyanto menjelaskan bahwa BMT merupakan aspek penting dalam pembentukan keuangan micro islam. Karena semua hal yang berhubungan dengan keuangan islam dimulai dari BMT. Selain itu Professor Dr. Hassanuddeen A. Aziz juga menjelaskan akan penurunan keuangan mikro islam yang sangat signifikan, hal ini terbukti dengan data penurunan sirkulasi keuangan micro islam dari 121 Milliar dollar pada 2013 ke level 81,8 Milliar dollar pada 2014.

Salah satu sebab penurunan ini adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan penggunaan jasa keuangan micro islam, selain itu kurangnya minat investor untuk menanamkan modal mereka kedalam keuangan micro ini sehingga terjadinya kegoncangan didalam keuangan micro islam. Indonesia Khususnya merupakan negara ketiga terbesar dalam keuangan micro islam tidak dapat berbuat lebih dalam pengembangan keuangan micro islam yang dikuasai oleh keuangan konvensional. Dan hal ini merupakan masalah yang sangat besar sehingga harus di antisipasi secepatnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Diakhir acara para pemateri menyarankan agar masyarakat lebih memilih untuk menggunakan dan mengedukasi keuangan micro islam agar terciptanya keuangan islam yang sehat dan stabil.

Bpk. Ernawan Priarto, Ketua Yayasan Amanah Takaful (YAT), membahas peran YAT sebagai sayap sosial dalam bisnis asuransi syariah yang dijalankan Takaful Keluarga. “Sebagai muslim, bisnis tidak hanya soal profit. Bisnis tidak hanya untuk menjaga harta, akan tetapi memperjuangkan keseluruhan maqashid syariah”.

Ust. Satibi Darwis Lc, sekretaris DPS PT. Asuransi Takaful Keluarga yang juga alumni Ponpes Darussalam Gontor, menyapa almamaternya dan menjelaskan peran dewan pengawas syariah dalam mengawal pelaku bisnis asuransi syariah agar senantiasa berada pada jalur yang syar’i, sesuai dengan fatwa dan peraturan DSN-MUI.

 

Leave a Comment