Histories

Share

Sejarah Lahir & Perkembangan

Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Darussalam Gontor (FEM-UNIDA) Lahir bersamaan dengan menjadinnya Institut Studi Islam Darussalam Gontor (ISID) menjadi Universitas Darussalam Gontor bertepatan pada tanggal 3 juni 2014 yang diresmikan oleh Bapak Joko widodo. Fakultas Ekonomi dan Manajemen sementara ini dibagi menjadi dua Prodi yakni Ekonomi Islam dan Manajemen Bisnis

Prodi Ekonomi Islam dan Manajemen Bisnis didirikan pada awal pemebentukan UNIDA Gontor dari ISID Gontor dikarenakan banyaknya permintaan masyarakat terhadap SDM yang menguasai bidang ekonomi islam dan manajemen bisnis aplikatif maupun teoristis. Seperti contohnya Syafira Foundation dan YDSF

Mekanisme Penyusunan Visi dan Misi tujuan dan sasaran Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) adalah Workshop, Perumusan, Rapat Senat dan Pengesahan oleh Dekan. Workshop dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait perkembangan keilmuan ekonomi Islam, permasalahan dan solusi yang ditawarkan. Dalam workshop yang diadakan pada tanggal 16-17 Agustus 2014 ini dihadiri oleh beberapa tokoh yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi Islam. Selain itu, dalam workshop ini juga didiskusikan arah, tujuan dan keunikan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sebagai calon keunggulan PSEI. Adapun pihak yang terlibat adalah:

  1. Yaqob Suparno, M.Si., Akt., (UNS)
  2. Yulianto, Prof. Dr. Indra Bastian, MBA., CMA., CA. (UGM)
  3. Y. Suyoto Arief, MSI. (Senat FEM)
  4. Khoirul Umam, M.Ec. (Dekan FEM)
  5. Muhammad Ridlo, M.M. (Wakil Dekan FEM)
  6. Royyan Ramdhani Djayusman, M.A. (Ketua PSEI)
  7. Dosen inti PSEI.

Hasil workshop dilanjutkan dengan pembahasan dan perumusan yang dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Dekan. Adapun tujuan tim adalah merumuskan saran dan informasi dari para pakar serta keunikan dan ciri khas Gontor ke dalam sebuah visi misi PSEI.

Workshop kedua dilaksanakan pada tanggal 8 September 2014 dengan tujuan untuk melakukan review dan penilaian oleh para pakar yang telah diundang pada workshop pertama. Adapun pihak yang dilibatkan adalah:

  1. Dr. Indra Bastian, MBA., CMA., CA. (UGM)
  2. Yaqob Suparno, M.Si., Akt., (UNS)
  3. Yulianto, (STIE YPKN Yogyakarta)
  4. Khoirul Umam, M.Ec. (Dekan FEM)
  5. Muhammad Ridlo, M.M. (Wakil Dekan FEM)
  6. Royyan Ramdhani Djayusman, M.A. (Ketua PSEI)
  7. Dosen inti PSEI.

Beberapa hasil penting dan bersejarah pada workshop ini adalah dipilihnya kata “wisdom economics” sebagai slogan PSEI dan kata “berstandar dunia” untuk menggantikan kata “berstandar internasional”. Setelah review dari para pakar dilakukan perumusan kedua untuk melakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan rekomendasi workshop. Selanjutnya, dilakukan pembahasan pada level Senat Fakultas untuk mendapatkan persetujuan dan pada akhirnya dilakukan pengesahan dalam bentuk SK Penetapan Visi Misi PSEI oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Pada awal pendiriannya Program Ekonomi Islam menerima 101 pendaftar, jumlah yang diterima sebanyak 82 orang. Sedangkan pada tahun 2016, terdapat 115 pendaftar, yang akhirnya diterima dan melakukan registrasi sebanyak 81 mahasiswa. Pada tahun ini 2017 pendaftar prodi ini 200 yang diterima dan melakukan registrasi sebanyak 129 orang, dan jumlah mahasiswa Program Ekonomi Islam saat ini adalah 292 orang.

Sebagai salah satu program studi yang berada pada pergururuan tinggi pesantren, kepemimpinan PSEI memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemimpinan program studi pada umumnya. Salah satu karakteristik yang membedakan adalah keberadaan dosen baik struktural ataupun non-struktural pada sistem pesantren tidak hanya berperan untuk mentrasfer ilmu pengetahuan akan tetapi lebih ditekankan kepada aspek pendidikan yang menitik beratkan kepada pembiasaan dan suri tauladan /uswah hasanah dari para dosen pada umumnya dan dari pimpinan dan struktur PSEI pada khususnya. Konsep pendidikan dengan sistem pesantren ini didukung dengan domisili para dosen di dalam kampus yang menyatu dengan asrama mahasiswa, sehingga proses pembinaan dapat berjalan dengan maksimal selama 24 jam 7 hari.