Harga Kebutuhan Pokok Meroket Saat Ramadhan Tiba, Tiga Tips Mudah Mengatasinya

Tidak seperti dekade sebelumnya, biasanya kenaikan harga ditemukan menjelang hari raya. Beberapa tahun terakhir ini, fenomena lonjakan inflasi tinggi terjadi menjelang bulan Ramadhan. Harga-harga kebutuhan pokok naik hampir dua kali lipat. Mengapa masalah ini terjadi menjelang bulan Puasa?

Naiknya harga barang secara keseluruhan ini merupakan fenomena lonjakan inflasi yang disebabkan oleh sisi permintaan atau demand pull inflation. Harga akan meroket apabila sisi permintaan masyarakat terhadap suatu barang juga mengalami peningkatan. Masyarakat cenderung ingin mempersiapkan kebutuhan pokok mereka saat bulan puasa tiba. Tentu saja hampir sebagian besar konsumen rela mengorbankan pendapatannya untuk berkonsumsi lebih saat akan mempersiapkan bulan puasa.

Melihat pergeseran permintaan yang cukup besar, selanjutnya produsen akan menaikkan harga. Besarnya kenaikan harga tersebut ditentukan oleh ekspektasi atas harga yang rela dibayarkan oleh masyarakat. Di bulan puasa, hampir sebagian besar sektor di sisi penawaran (supply side) akan terdongkrak aktivitasnya untuk melakukan penyerapan sisi permintaan.

Motif ekonomi tersebut merupakan motif yang lumrah terjadi saat bulan puasa, bahkan Lebaran. Teori mikroekonomi tentang perilaku konsumen menyebutkan bahwa saat ekspektasi kesejahteraan dalam jangka panjang adalah rendah, maka utility maximizing dan welfare optimization akan dimanfaatkan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kapan lagi masyarakat meningkatkan daya belinya, jika bukan dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan.

Lalu, bagaimana kita menyikapi hal ini? Apalagi jika godaan makan dan minum enak pelepas dahaga puasa menggoda! Hey, jangan mudah mudah tergoda, ada saat–saat dimana kita perlu berhemat. Begini caranya supaya mudah melakukan penghematan saat harga kebutuhan pokok meroket di bulan puasa.

Potong Pengeluaran Tersier

Buat daftar pengeluaran ‘gak penting’ saat berbuka puasa. Biasanya saat menjelang buka puasa, kita ingin memakan segala jenis makanan dan minuman. Nah, daftar itulah yang dipangkas terlebih dahulu. Cara membuat daftar pengeluaran tersier adalah bayangkan jika kita tidak membeli jenis makanan/minuman tersebut, buka puasa kita akan tetap baik-baik saja.

Cari Barang untuk Subtitusi

Langkah kedua ini merupakan penghematan dari sisi pengeluaran rutin. Memang tidak bisa dihilangkan begitu saja, tapi bisa dicari penggantinya. Misalnya buah impor mahal diganti dengan buah lokal murah, hingga pindah dari go-food ke mulai masak masakan rumahan (ini sih tips untuk para jomblo dan jomblowati). Intinya, mencoba mencari barang subtitusi dengan manfaat yang hampir sama tapi dengan harga yang relatif lebih murah

Ubah Kebiasaan Hidup

It’s not that hard, it’s just your life! Perhatikan cara kita hidup! Bedakan antara kebanyakan gaya atau gak sadar sama pengeluaran? (sama aja ya buruknya!) Kalau memang mampu ya tidak masalah. Tapi kebanyakan banyak sekali yang mengaku tidak bisa berhemat malah pada saat bulan puasa. Contohnya setiap hari mengadakan buka puasa bersama di rumah makan mewah. Dengan begitu biaya makan bisa melonjak. Coba review cara kita berkonsumsi, dan temukan penghematan di sana sini.

Cobain ya, ada berapa banyak pengeluaran yang berhasil Anda hemat hanya dengan 3 tips mudah di atas. Selamat mencoba dan selamat berpuasa! [Atika Masrifah]


5 Comments

    1. Sorry for my late comment Andi,
      Ada banyak kebijakan yang dapat diambil pemerintah, kaitannya agar bahan baku menjadi lebih terjangkau (saya tidak menyarankan kata murah, karena murah sifatnya adalah ‘relatif’ bagi masyarakat kitaa)
      .
      Teorinya kan harga akan turun, saat jumlah barang bertambah. Sehingga pemerintah harus dapat menggenjot peningkatan produksi. Caranya, misalnya, memberikan subsidi pada perusahan tertentu, bantuan dana langsung untuk sektor pertanian, kebijakan tarif import, agar masyarakat lebih semangat dalam berproduksi baik di dalam negeri maupun keluar.
      .
      Pemerintah juga bisa menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang. Sehingga harga akan terkendali.
      Wallahu ‘alam bisshowab

Leave a Comment