Hadiri Gerakan Sadar Wakaf (GISWAF) di Kalimantan Timur, Ini Dia 5 Hal Menarik Tentang Wakaf

Dahulu orang berkomunikasi jarak jauh harus melalui surat dan terkadang sampai dalam beberapa hari bahkan berminggu-minggu. Sekarang, semua orang dapat dengan mudahnya dan begitu cepatnya dapat berkomunikasi jarak jauh.

Sama halnya dengan wakaf. Dahulu orang berwakaf tanah atau bangunan, umumnya masjid, madrasah, atau bangunan lainnya. Sebelum mengikuti Gerakan Sadar Wakaf Indonesia, mindset ini masih tersimpan rapi dibenak saya dan mungkin juga bagi sebagian besar masyarakat.

Namun, ternyata wakaf juga berkembang, khususnya objek wakaf yang mulai mengalami perkembangan tanpa mengurangi nilai dan esensi wakaf itu sendiri.

Tepat pada hari Ahad, (23 Juni 2019) berlokasi di Islamic Center Samarinda Kalimantan Timur, salah satu dosen prodi Ekonomi Islam serta tim UNIDA Gontor lainnya berkesempatan untuk menghadiri gerakan tentang sadar wakaf ini. Dan, saya menemukan beberapa poin menarik dari GISWAF Kalimantan Timur kali ini.

Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Memberikan Sambutan GISWAF 2019

1.PROGRAM WAKAF SEBAGAI INVESTASI AKHIRAT

Bagi Muslim, melakukan perbuatan baik terutama amal yang akan terus mengalir pahalanya merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan sebagai bentuk investasi di akhirat. Mengapa dikatakan inverstasi akhirat?

Karena dengan melakukan perbuatan baik dalam rangka kemaslahatan ummat dimana bantuan yang disalurkan dapat dirasakan manfaatnya bagi banyak orang terus menerut, maak nilai pahala tersebut adalah investasi kita di akhirat kelak. 

2. KEMUDAHAN BERWAKAF ERA MILENIAL BARU

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, dahulu orang hanya berwakaf dengan wujud aset riil, seperti tanah, masjid, madrasah, atau bangunan lainnya. Namun bentuk wakaf saat ini tidak hanya berupa aset tetap, melainkan dapat berwakaf melalui aset tidak tetap yaitu uang. Seseorang sudah bisa menyalurkan wakaf dengan nominal yang ia miliki, bahkan dengan pecahan uang 5000 rupiah saja, kita sudah bisa berwakaf.

3. DISELENGGARAKAN OLEH 4 LEMBAGA PENGGERAK WAKAF

Dengan visi menjadi pusat studi unggulan dan terpercaya mendidik pengelola wakaf professional yang berjiwa entrepreneur, UNIDA Gontor bekerjasama dengan jajaran regulator yaitu Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia, serta Pemerintahan Provinsi setempat, kali ini menggandeng Pemprov Kalimantan Timur dalam penyelenggaraan Safari Nasional GISWAF ini. Bapak Dr. Ir H. Isran Noor, M.Si., Gubernur Kalimantan Timur, hadir dan membuka acara GISWAF ini. 

8000 Jamaah Memadati Samarinda Islamic Center

4. DIHADIRI 8000 MASYARAKAT KALIMANTAN TIMUR

Kurang lebih sebanyak 8000 jamaah menghadiri acara Gerakan Sadar Wakaf Indonesia ini. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim, Perwakilan BWI Pusat dan BWI Kaltim, MUI Kaltim, Bank Indonesia dan BI Kantor Perwakilan Samarinda, serta UNIDA Gontor.

Secara bersamaan tokoh masyarakat Kalimantan Timur, Al-Ustadz Drs H Ibrahim kardi, S.H., M.Hum, menyampaikan dalam tabligh akbarnya, rasa bangga dan bahagianya dengan terlaksananya kegiatan GISWAF ini. Dimana menjadi wadah silaturahmi jamaah khususnya masyarakat Kalimantan Timur untuk berwakaf.

5. OPTIMISME BERWAKAF TINGGI  

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan perdana, yang sebelumnya di-launching di kota Surabaya dengan jumlah peserta sebanyak 1000 jamaah. GISWAF Perdana ini mampu menghadirkan jamaah sebanyak 8000. Hal tersebut menandakan tingginya optimisme dan respon yang baik akan gerakan ini di Indonesia. Tentu saja, data tersebut bukan dijadikan patokan bagi daerah daerah lainnya, melainkan sebagai motivasi bagi yang lainnya untuk berbagi manfaat kepada orang-orang yang membutuhkan.

Antusiasme Masyarakat Kaltim Mengikuti GISWAF

Model wakaf zaman now bisa dikatakan sesuai dengan kebutuhan generasi milenial tanpa mengurangi nilai dan esensi wakaf itu sendiri Nah, sobat, sudahkah berwakaf hari ini? Yuk jalanin bareng 🙂 [ARMasrifah]

Leave a Comment