Goal Setting kampus putri: ”jadilah Matahari di tanah sendiri, Darussalam…”

Mantingan-Fakultas Ekonomi dan Manajemen Goal Setting kampus putri memberi peran dalam Pelatihan Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (17/07/2019), kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajeman kampus putri Mantingan ini bertujuan untuk memancing keminatan mahasiswi untuk menatap masa depan agar lebih terarah, berarti, dan tentunya sesuai ajaran Islam. Inilah yang menjadi keunikan dari mahasantri di kampus putri, tujuan akhir dari diciptakan manusia adalah falah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiwi Fakultas Ekonomi dan Manajemen kampus putri

Pelatihan yang kita sebut Menjadi Manusia Unggul (MMU), para trainer pada kesempatan kali ini adalah Fahrizal Muhammad, Irfanul Muslim, dan Ferry Curtis. Training pembangunan karakter dengan tema ‘Rancang Bangun Kehidupan di Kampus’, seakan-akan membawa pikiran mahasiswi untuk melihat masa depan melalui cita-cita dan mimpi masing-masing individu.

Irfanul Muslim “Who am I?”

Di awal kegiatan para trainer memberikan sebuah kertas yang bertuliskan “Who am I?” sebuah kalimat yang menjadi awal bagaimana mahasiswi mengenali jati diri mereka masing-masing. selanjutnya, para peserta dituntut untuk aktif berpikir. Materi lain yang disampaikan para trainer diantaranya adalah Napak Tilas Masa Lalu, Seberapa Baik Mengenal Lingkungan, Kamu Sahabatku, Daftar Impian/Cita-cita/Target Hidup Saya, Target Selama di Kampus, Membaca Peluang, Bumi Tuhan Itu Luas, Saya, Masalah dan Pemecahannya, One Man Show dan Team Work, Peta Hidupku. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga banyak mengandung unsur game, uniknya game ini selalu berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, sehingga pesan trainer kepada peserta atau mahasiswi lebih menancap. Sehingga mahasiswi merasa bahwa cerminan diri mereka itulah yang sedang mereka rasakan secara tidak langsung.

Dalam sambutannya Dr. Nurhadi Ihsan, MIRKH sebagai pengasuh UNIDA kampus Putri menyampaikan: ”saya sangat bangga sekali Fakultas Ekonomi dan Manajemen memulai langkah awal yang sangat bermakna men-trainer mahasiswinya guna menyiapkan generasi mahasiswi yang unggul dan mempunyai impian/cita-cita yang tinggi.” Selain itu beliau juga menyampaikan, “awal yang tepat bagi Fakultas Ekonomi dan Manajemen untuk menjadi seorang interpreneur yang nantinya akan me-manage dan sebagai motor penggerak kegiatan kampus, diharapkan anak mempunyai perencanaan yang baik karena dengan itu anak-anak bisa mempertanggungjawabkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.” Imbuhnya.

Bila katak dalam tempurung jadi pilihan, jangan menyalahkan keadaan!, bumi Tuhan itu berjuta hamparan, bila ingin perubahan namun tak mampu taklukkan keadaan maka HIJRAH adalah satu keharusan” salah satu quote yang disampaikan bang Irfan dalam sesi melihat peluang, seakan tersadar mahasiswi bersemangat dalam menatap masa depan. “hal yang tidak dapat didaur ulang didunia ini adalah waktu, maka jangan sia-siakan waktu yang anda miliki”, tambahnya. Hal ini senada dengan apa yang telah di ajarkan oleh Trimurti K.H Imam Zarkasyi “Pergilah yang jauh maka semua akan terlampaui: kalau kamu pergi, pergilah yang jauh. Maka yang dekat akan terlampaui. Kalau tujuan kamu ke Makkah, maka Jakarta terlewati. Kalau kamu mengejar akhirat maka dunia pun akan kamu raih”.

Disela-sela penampilannya yang apik kang Ferry Curtis, dia adalah seorang musisi puisi bergenre balada. menambahkan semangat dengan sepenggal quote seorang musisi yaitu “Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tapi kebanyakan orang miskin, itu bukan miskin harta, tetapi mereka miskin fikiran”. “Lagu yang saya ciptakan kadang menceritakan tentang hidup saya, kemudian saya menceritakan kepada anda”, imbuhnya. Pada kesempatan ini kang Ferry Curtis memberikan persembahan yang sangat istimewa bagi mahasiswi FEM UNIDA kampus putri karena kang Ferry bersedia membawakan lagunya yang mana September nanti akan di launching di Perpusnas RI, “suatu kebanggan tersendiri dapat membawakan sebuah lagu di depan kalian”, ungkap kang Ferry.

Fahrizal Muhammad mengarahkan game edukatif bagi mahasiswi

“Kita harus bisa Membaca potensi diri dan potensi lingkungan…” ungkap bang Rijal. “Disitulah kita dapat membaca peluang dan mengalisis peluang tersebut”, tambahnya. Dalam quotenya bang Rijal menambahkan “kerja yang tidak fokus hanya akan menghasilkan sampah

Antusias mahasiswi yang luar biasa terlihat bagaimana keaktifan mereka dalam berinteraksi dengan trainner adanya feedback dan dialog, adanya interaksi dan keterkaitan antara teori beserta implimentasinya dengan game yang dikerjakan, secara tidak langsung dan tidak sadar menjadikan mahasiswi sadar, ternyata apa yang dia lakukan selama ini menjadikan cerminan mereka sendiri. Perubahan yang harus dilakukan mengatas namakan “Hijrah”menjadi jargon tersendiri untuk move on ke suatu hal yang lebih baik. Fokus terhadap satu hal menjadikan manusia itu akan lebih matang di bidangnya. Masalah adalah cara Tuhan untuk mendewasakan kita, seperti halnya sebuah proses metamorfosis kupu-kupu, seekor kupu-kupu akan berusaha menggeliat untuk keluar dari kepompong agar bisa terbang dan terbebas. Fenomena ini mengajarkan kita agar selalu menikmati proses.

“Cara yang salah dalam menghadapi masalah adalah lari dari masalah”, ujar Bang Irfan. Seorang mahasiswi harus kuat dan kenal diri sendiri, kitalah dokter untuk diri kita sendiri. Maka Allah yang saya kena adalah Allah yang sayang saya.

ucapan terima kasih atas terselenggaranya MMU

Kegiatan Menjadi Manusia Unggul ini dilaksanakan selama 2 hari, serasa sangat kurang bagi mahasiswi untuk lebih mengembangkan diri. Tapi setidaknya para peserta sudah mendapatkan kuncinya. Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, begitu pula hasil tidak akan mengkhianati proses ‘Man Jadda Wada’. “Semoga sahabat-sahabatku mahasiswi Ekonomi dan Manajamen selalu ingat pelatihan ini dan menjadi bekal yang bermanfaat dikemudian hari. Ingat form daftar impian/cita-cita/target hidup saya serta target di kampus UNIDA yang kalian tempel di lemari masing-masing akan menjadi saksi 10 tahun yang akan datang kalian menjadi apa”, imbuh Miftahul Huda dalam penutupan MMU. Ayo kawan bangun dan berdiri sambut pagi kejar matahari. Hari ini milikmu, esok tetap milikmu, jadilah matahari ditanah sendiri, Darussalam. (M.Huda)

Leave a Comment