Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNIDA Gontor Peduli Pedagang Pasar

Share

Perkembangan teknologi saat ini banyak dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat ekonomis untuk bertransaksi jual beli dalam rangka meraup kesejahteraan materi. Teknologi yang semakin canggih memang menyediakan fitur-fitur transaksionis khususnya jual beli antar pengguna internet. Namun di era yang kian modern ini masih ada juga transaksi secara offline yang mengedepankan transaksional secara manual; transaksi secara bertemu langsung antara penjual dan pembeli, yaitu sistem pasar tradisional.

Di sekitar kampus UNIDA Gontor Putri Mantingan terdapat pasar yang buka setiap pagi dari jam 4.30 sampai jam 09.00 wib. Pasar tersebut berlokasi di atas tanah wakaf Pondok Modern Gontor di Mantingan tepatnya di depan swalayan Ruya dan pasar tersebut didominasi oleh pedagang yang juga masyarakat sekitar kampus dan Masjid An-Nur Dadung dan bahkan di antara mereka juga ada yang nyambi sebagai takmir masjid. Situasi pasar tiap paginya cukup ramai, karena di samping menyediakan kebutuhan rumah tangga masyarakat setempat juga menyediakan menu sarapan bagi wali santriwati Pondok Gontor Putri 1 dan 2 serta wali mahasantri di UNIDA Gontor.

Bukan situasi keramaian hiruk pikuk transaksi jual beli yang disoroti dalam lokasi tersebut. Namun dibalik itu terdapat transaksi gelap yang kadang kala secara terang-terangan, adakalanya secara tertutup. Di tengah-tengah transaksi jual beli antara pedangang dan konsumen terdapat transaksi pinjam meminjam uang modal antara pedagang pasar dengan penyedia dana sebutlah rentenir. Disebut rentenir memang demikianlah masyarakat menyebutnya. Transaksi tersebut ada dan dibutuhkan para pedangan, karena alasan kebutuhan dana untuk menyediakan pasokan barang dangangan. Toh nanti mereka akan mengangsur dana pinjamannya meskipun kadang mereasa terpaksa karena dibebani biaya tambahan atau bunga.

Meninjau kondisi dan perilaku masyarakat pedagang yang seperti tersebut di atas, maka FEM UNIDA Gontor merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan masalah para pedagang tersebut guna lepas dari jeratan rentenir. Yaitu dengan membekali para pedagang pasar ilmu fikih muamalah maaliyah atau ilmu cerdas transaksi islami. Di mana pada sesi pembekalan ilmu ini dilakukan dengan cara praktik, gambaran terjadinya transaksi, dan bahaya transaksi jual beli barang haram, syubhat, bahaya maisisr, bahaya riba, bahaya gharar, serta tadlis. Para pedagang dibentuk kelompok yang disebut dengan paguyuban pedagang kemudian mereka diberikan penyuluhan secara berkala tentang fikih muamalah maaliyah setiap hari rabu pagi. Antusiasme perserta dalam program penyuluhan ini sangat besar sehingga banyak diskusi dan tanya jawab seputar transaskis pinjam-meminjam dan perkongsian. Karena memang secara umum para pedagang membutuhkan modal usaha untuk kelangsungan usahanya.

Dengan program pengabdian masyarakat tersebut diharapkan para pedagang pasar lingkungan kampus UNIDA Gontor Putri terhindar dan menjauhi rentenir dan kembali memanfaatkan BMT Masjid An-Nur Dadung yang sejatinya sudah memiliki BMT yang legal secara hukum. (Mufti Afif)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*