Faktor yang mempengaruhi Muzaki berzakat

Dalam konsep agama islam, pemerintah dapat melakukan suatu aturan yang mendorong untuk memberikan bantuan kepada kelompok yang membutuhkan berupa zakat yang berfungsi untuk memberikan bantan sosial bagi masyarakat. Pengelolaan zakat di Indonesia telah diatur dalam UU No. 38/1999.

Pengelolaan ini dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau Badan Amil Zakat (BAZ). Tujuan pengelolaan zakat adalah agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ibadah zakat serta menyalurkannya kepada delapan asnaf.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 Daerah Yogyakarta merupakan salah satu daerah dengan potensi zakat tinggi. Pengelolaan zakat, infaq dan Shodaqoh (ZIS) pegawai, pertama kali dilakukan pada tahun 1996 oleh BAZIS (Yang sekarang telah disebut BAZNAS) berdasarkan Keputusan Walikotamadya Yogyakarta Nomor 177/KD/1996 tentang pengurus BAZIS masa bhakti 1996-1999.

Program pokok BAZIS adalah mengumpulkan ZIS PNS dilingkungan Pemda Kotamadya Yogyakarta dan ditasharufkan untuk pembangunan tempat ibadah atau madrasah. Disini, Baznas Yogyakarta juga menerima jenis zakat yang lain, sehingga tidak hanya bertumpu pada zakat profesi semata.

Masalahnya adalah bagaimana meningkatkan jumlah muzakki di Baznas Jogjakarta sehingga semakin banyak dana yang disalurkan untuk masyarakat banyak. Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu, faktor-faktor apakah yang mempengaruhi Muzakki membayar di Baznas Jogja. Anda bisa melihat hasil penelitian pada web berikut http://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/JEI/article/view/970

(Andi Triyawan)

Leave a Comment