Fakta Mengejutkan di Balik Rendahnya Market Share Bank Syariah

Sebagian pakar menganalisa alasan rendahnya market share perbankan syariah di Indonesia, yang saat ini bekisar di angkat 5,95 persen (OJK, 2019), disebabkan oleh produk bank syariah yang kalah bersaing dengan produk bank konvensional. Tulisan ini mencoba menghadirkan analisa yang sedikit berbeda yaitu dari perspektif perguruan tinggi.

Market Share Perbankan Syariah Juni 2019

Melihat potret rendahnya market share pada level nasional ternyata dapat dilihat juga dari tingkat penggunaan layanan bank syariah pada institusi perguruan tinggi, khususnya di provinsi Jawa Timur. Berdasarkan survei sederhana yang dilakukan kepada perwakilan mahasiswa yang hadir pada agenda Musyawarah Regional FOSSEI Jatim di STAI Syaichona Moch. Cholil, Bangkalan, Madura Jawa Timur tanggal 24-26 Agustus 2019, menunjukkan fakta mengejutkan berupa sedikitnya jumlah perguruan tinggi penyelenggara program studi Ekonomi Islam/Syariah dan sejenisnya yang menggunakan jasa bank syariah dalam pembayaran SPP. Hal ini dilihat dari 21 perguruan tinggi, hanya 8 Perguruan Tinggi (PT) atau 38 persen saja yang menggunakan bank syariah. Angka ini masih di bawah jumlah perguruan tinggi yang menggunakan jasa bank konvensional yaitu sebesar 9 PT atau 43 persen. Adapun perguruan tinggi lain sejumlah 2 PT (9.5 persen) menggunakan kedua jasa bank syariah dan konvensional secara bersamaan dan 2 PT lainnya (9.5 persen) memilih abstain atau tidak memberi keterangan. Artinya, berdasarkan data di atas, masih banyak perguruan tinggi, khususnya penyelenggara program studi Ekonomi Islam di wilayah Jawa Timur, yang menggunakan produk bank konvensional dibandingkan dengan bank syariah.

Perkembangan Perbankan Syariah per Juni 2019

Fakta di atas sangat mengejutkan karena terjadi pada institusi pendidikan tinggi yang mengajarkan ilmu ekonomi Islam. Artinya, perguruan tinggi seharusnya menjadi ujung tombak dalam aplikasi ilmu keuangan syariah pada kehidupan nyata. Jika faktor literasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi market share bank syariah pada level nasional, namun tentunya alasan tersebut tidak relevan bagi masyarakat perguruan tinggi (mahasiswa dan dosen).

Salah satu Bank Syariah di Indonesia

Kesimpulan, dengan adanya fakta di atas, perlu disyukuri bahwa sebagian perguruan tinggi tersebut telah menggunakan atau bermuamalah dengan bank syariah. Namun, masih ada sebagian lainnya yang lebih dominan yang masih memerlukan perjuangan dalam mempraktekkan apa yang telah dipelajari di ruang kuliah menjadi amal perbuatan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan, fakta ini tentunya juga akan sulit untuk melahirkan lulusan dengan jiwa pejuang dan loyal dalam mengembangkan ekonomi Islam di masa depan. Wallahu A’lam.

Gontor, 13 Jumada al-Ula 1441/8 Januari 2020
Royyan R. Djayusman

Leave a Comment