EKIS GOES TO LOMBOK – SUSUR DARATAN HINGGA LAUTAN

Berpose di gladak teratas KM Legundi

Program Studi Ekonomi Islam (EKIS) Semester 4 Kampus Siman telah melaksanakan kegiatan Studi Akademik yang merupakan agenda tahunan proram Studi Ekonomi Islam untuk semester 2 dan 4. Kali ini, ke – duabelas mahasiswa yang tergabung dalam aliansi EKIS 4 dengan didampingi al-Ustadz Nusa Dewa Harsoyo melawat ke Pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Perjalanan yang menempuh jarak lebih dari 750 km ke Timur ini memakan waktu satu hari satu malam, via darat dan laut.

Studi akademik ini tidak hanya memindahkan kegiatan belajar dan mengajar dari dalam kelas ke luar gedung perkuliahan, tetapi juga memberi pengalaman tambahan kepada peserta didik untuk terjun langsung melihat kondisi di lapangan.

Rombongan berangkat dari Ponorogo menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada hari Selasa (25/02/2020) pukul 07.00 WIB. Rombongan yang terdiri dari sebelas personil mahasiswa dan satu dosen pembimbing ini bertolak menggunakan dua buah mobil. Selama perjalanan, suasana di dalam oto tampak riang gembira. Walaupun dengan bekal seadanya (tidak seperti kalangan eksekutif) namun rona kebahagiaan terpancar jelas dari pori-pori kulit wajah mereka. Kebersamaan lah yang menjadi jaminan segalanya.

Rombongan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tepat saat bel khissoh ats-tsalisah di Kampus bergema. Melihat ada gap yang cukup jauh antara kedatangan rombongan di pelabuhan dengan waktu Boarding Time, kami pun bergerombol membentuk banjaran sembari menunggu kedatangan KM Legundi. Sesekali melihat kondisi sekitar ruang tunggu pelabuhan secara bergantian seraya menanti marbot mengumandangkan adzan dzuhur. Tak lupa, kudapan makan siang yang telah dipersiapkan pada saat pemberangkatan, disantap bersama-sama untuk menambal gejolak rasa lapar.

foto bersama di ruang transit pelabuhan tanjung perak Surabaya. Tampak wajah-wajah sumringah dan penuh semangat menatap agenda studi akademik di Pulau Lombok

Akhirnya, waktu yang ditunggu telah tiba. KM Legundi yang akan membawa kami berlayar ke Pulau Seribu Masjid bersandar ke tepian.

Rombongan EKIS 4 bergegas menuju terminal pemberangkatan segera setelah petugas pelabuhan membuka palang gerbang boarding time.

Penampakan KMP Legundi

Setelah berhasil memasuki geladak utama kapal, kami langsung mencari posisi ternyaman untuk duduk. Bagaimana tidak, 20 jam lamanya kapal ini akan berlayar.

tiga serangkai ini sedang duduk ‘pw’ sambil mendengarkan murottal syekh as-Sudais

Banyak hal yang bisa kami lakukan selama perjalanan laut. Waktu yang begitu panjang ini kami optimalkan untuk menyetor hafalan al-Qur’an dan membaca buku. Itulah yang menjadi pembeda mahasantri dengan penumpang lain. Sementara orang lain sibuk bermimpi dan bermain game, kami ripuh menjejalkan firman-Nya ke dalam otak dan menuturkannya dalam kalam.

Ustadz Nusa Dewa tampak serius menyimak setoran hafalan Qur’an para mahasiswa EI 4. Bepergian tidak menjadi alasan meninggalkan kewajiban tahfidz :0 🙂

Itulah keseruan selama perjalanan berangkat ke Pulau Seribu Masjid. Nantikan lanjutan dari kisah seru perjalanan studi akademik EKIS 4 di tulisan berikutnya :’))

[A.M.Muhammad]

1 Comment

Leave a Comment