EKIS GOES TO LOMBOK – RUMUS KEIKHLASAN

Photo Session bersama Ir. H. Subhan beserta rombongan Studi Akademik Ekonomi Islam 4 di pelataran BAZNAS Provinsi NTB

Di hari yang sama, usai melawat ke Bappeda NTB, Kamis (27/2/2020) rombongan EKIS 4 beranjak ke BAZNAS NTB yang terletak di kompleks Islamic Center Mataram. Seraya menanti tiba waktu Dzuhur, kami sempatkan untuk berkeliling memandang salah satu ikon di NTB ini yang juga menjadi destinasi wisata unggulan. Jengkal per jengal kami telusuri dari halaman parker hingga bagian dalam.

Islamic Center Mataram

Setelah shalat dzuhur berjamaah, kami bergegas ke Kantor Baznas NTB yang terletak tepat di belakang Masjid Islamic Center Mataram.

Dalam kunjungan ke Baznas, kami diterima oleh beberapa jajaran pengerusi. Diantaranya adalah Ir. H. Subhan (waka III), Drs. TGH. Munajib Kholid (waka II), TGH. M. Nasrullah, S.Soc (waka I) dan direktur Baznas NTB.

Tampak [dari kiri ke kanan] Drs. TGH. Munajib Kholid, TGH. M. Nasrullah, S.Soc, Ir. H. Subhan, dan al-Ustadz Nusa Dewa tengah asik berbincang

Baznas NTB dalam menjalankan perannya berdasarkan 4 pilar yang senantiasa dipegang teguh, mereka adalah : mempersempit gap sosial; membangkitkan ekonomi kerakyatan; mendorong model pengentasan kemiskinan; dan membela kaum dhuafa.

Ke semuanya itu diimplementasikan dalam berbagai program, meliputi: Baznas NTB Peduli, Baznas NTB Makmur, Baznas NTB Bantu Nelayan, Baznas NTB Cerdas, Baznas NTB Sehat, Baznas NTB Dakwah, dan masih banyak lainnya.

Hangatnya sambutan dari jajaran pengurus BAZNAS NTB

Dalam penyampaiannya, beliau menekankan urgennya azas transparansi dalam mengelola semua urusan khususnya yang berbau keuangan. Berkat itulah Baznas NTB berhasil mengumpulkan dana Zakat dari masyarakat NTB pada tahun 2019 sebesar Rp 27,9 M atau melebihi target yang dipatok diangka Rp 24 M serapan dana zakat pada tahun 2019.

Berkat pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan professional Baznas NTB berhasil menggondol sejumlah prestasi di kancah nasional. Diantaranya adalah Baznas terbaik dalam Baznas Award 2017 dan 2019. Sehingga tak heran bila banyak amil dari Lembaga zakat lain, para akademisi, politisi, dan mahasiswa banyak berkunjung ke mari karena nama Baznas NTB telah melalang buana di kancah nasional.

Penyerahan Kenang-kenangan di setelah sesi diskusi

Hal yang sangat berkesan adalah saat Ir. H. Subhan memberikan sebuah rumus Matematika Ikhlas. Beliau mengibaratkan pembilang dalam sebuah pecahan adalah frekuensi kita memberikan sesuatu kepada orang lain. Sedangkan, penyebutnya adalah seberapa banyak kita mengharapkan imbalan dari orang tersebut. Atas dasar itu, beliau mengajak kami mengingat kembali kaidah Matematika yang sangat basic tentang pecahan. Tentu kita paham benar bahwa berapapun pembilangnya, jika penyebutnya adalah 0 [baca: nol] maka hasilnya adalah tidak terhingga (~). Begitulah rumus keikhlasan yang sebenarnya. Tatkala kita hanya fokus memberi, memberi, dan memberi tanpa mengharapkan sesuatu apapun dari itu, maka Allah pasti akan membalasnya dengan balasan yang amat besar hingga kita tidak akan mampu menghitungnya.

Leave a Comment