EKIS GOES TO LOMBOK – KUNJUNGAN KE BAPPEDA NTB

Foto bersama Kabid Ekonomi, jajaran OPD, dan mahasiswa UNIDA Gontor seusai sesi diskusin yang sangat seru

Kamis, 27 Februari 2020 kami memulai kunjungan pertama. Objek yang kami sasar adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jarak tempuh selama satu jam setengah membuat kami extra cepat dalam mandi pagi, sarapan, dan kemas-kemas. Berkat ketangkasan kami, akhirnya tiba di pelataran Bappeda sesuai dengan estimasi yang sudah direncanakan sebelumnya.

Satpam langsung menggiring kami menuju ruang pertemuan. Beberapa saat kemudian, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda NTB, Bapak Dr Muslim tiba di ruangan ditemani oleh Dr Firmansyah, seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Mataram yang banyak membantu program Bappeda NTB dalam hal ini mengenai perkembangan dan perencanaan ekonomi di NTB. Dalam menjalankan visi dan misinya, Bappeda NTB memang kerap bermitra dengan civitas akademika baik dari mahasiswa maupun akademisi/dosen. Tercatat banyak sekali jajaran dosen di provinsi NTB yang berperan sebagai tim ahli, dewan riset daerah, tim percepatan pembangunan, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, hadir pula Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai sektor yang sengaja diundang oleh Kasubid Ekonomi guna menambah dalamnya pembahasan saat diskusi.

Suasana dalam ruang rapat

Banyak hal yang dapat dipetik dari pertemuan selama satu setengah jam ini. Sistem penanggulangan dan rencana pembangunan pasca bencana di Lombok menjadi topik bahasan utama mengingat pada tahun 2018 yang lalu memang terjadi guncangan hebat di Lombok. Selain itu secara umum juga dipaparkan mengenai peranan dan tugas Bappeda dalam perkembangan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Tidak cukup sampai di situ, berbagai persiapan yang termasuk kategori super prioritas nasional juga dibahas dalam kesempatan tersebut. Pembangunan bypass dari bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang mengarah lurus ke arah Kawasan Pantai Kuta Mandalika dikebut untuk menyongsong gelaran Motogp 2021 mendatang yang sedianya bertempat di Kek Mandalika.

Selain itu, pembangunan smelter di Sumbawa Barat tidak ketinggalan menjadi topik bahasan.

The last but not least, adalah tentang moslem friendly tourism yang merupakan ikon penting di Nusa Tenggara Barat. Sematan pulau seribu masjid yang terlanjur popular dengan didukung fakta 94% penduduk NTB beragama Islam, harus dicitrakan secara linear di semua lini kehidupan termasuk dalam pengembangan wisata. Oleh karenanya, mutlak bagi seluruh pengembang Kawasan Wisata di NTB khususnya di Pulau Lombok untuk menjamin fasilitas yang ramah bagi kaum muslimin, kecuali beberapa spot wisata yang belum mampu terhindar sepenuhnya dari pengaruh “westernisasi” oleh sebab banyak wisatawan asing yang berkunjung.

Leave a Comment