Bukan Sekedar Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Biasa

Mantingan, adanya wabah yang menjangkit semesta kali ini ternyata tetap tidak menyurutkan kesemangatan mahasiswi Universitas Darussalam Gontor. Kegiatan tetap berjalan seperti biasanya, namun kesigapan untuk antisipasi semakin diperketat. Kamis, (26/03/20) mahasiswi Ekonomi Islam UNIDA Kampus Mantingan tetap berpartisipasi aktif dalam acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT). Diawali dengan senja barokah, kajian indah di sore hari menjelang buka puasa bersama al-ustadz Ahmad Lukman Nugraha. Mentadabburi kenikmatan Allah yang telah diberikan kepada hambaNya karena disaat dunia sedang porak poranda, kami masih bisa berkumpul dan bersyukur akan kenikmatan.

Dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib. Acara berlanjut hingga pukul 19.30 WIB dengan dibuka oleh ustadz Achmad Fajaruddin session kajian dan open forum bersama. “silahkan beri saya pertanyaan” sebuah pertanyaan beliau persilakan kepada audience untuk mengawali acara tesebut. Pertanyaan yang diajukan pun sangatlah beragam berawal dari “kaifa halukum ustadz?” dan beberapa pertanyaan menghibur lainnya, hingga berakhir di satu pertanyaan yang menjadi topik dari pembicaraan.

“Apa kabar Indonesia pasca maraknya wabah corona?”, pertanyaan yang diutarakan oleh Sheilla –salah seorang mahasiswi semester 4. Indonesia sangat kacau dengan adanya corona, mungkin bukan hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Ada banyak sisi yang perlu kita pahami dengan adanya corona, dari sisi religi harusnya ini mampu meningkatkan spiritual kita. Hanya dengan virus sekecil itu yang 2.600 kali perbesaran baru Nampak oleh mata telanjang mampu membuat seluruh dunia panik. Dari manapun virus tersebut berasal jika Allah telah menghendakinya maka terjadilah, harusnya disaat seperti ini lah kita mendekatkan diri dengan Allah.

“Hidup itu pilihan, pilihan untuk selesai kuliah di tiga setengah tahun atau empat tahun, pilihan untuk kuliah dengan rajin atau malas, karena pada hakikatnya manusia hidup selalu dihadangkan dengan penuh pilihan hingga kita menuai kesuksesan” tutur beliau mengakhiri pembicaraannya malam itu.

Pembicaraan mengenai keadaan Indonesia masih berlanjut pada ustadz Miftahul Huda, beliau memaparkan perekonomian Indonesia cukup sengsara dengan adanya corona, kendala dari permasalahan produksi, distribusi dan konsumsi. Meskipun pemerintah telah mencanangkan berbagai antisipasi dan cara untuk menanggulanginya, karenanya usaha dan do’a perlu diseimbangkan. Mengutip dari kisah Imam Syafi’I dan Imam Maliki perihal konsep rezeki, meski nyatanya memang konsep rezeki telah digariskan oleh Allah SWT. Dengan bermuara pada inti bahwa hidup dihadapkan pada ustu pilihan, pilihan untuk kita selalu berdoa dan berusaha. Karena keduanya harus selalu beriringan.

Esok paginya, acara masih berlanjut dengan senam bersama dengan seluruh dosen Universitas Darussalam Gontor dan seluruh mahasiswi kampus mantingan. Dan diakhiri sarapan pagi bersama seluruh mahasiswi prodi Ekonomi Islam dan dosen kampus Mantingan. Kesyukuran tersendiri bagi kami seluruh keluarga besar ekonomi Islam kampus Mantingan, selain sebagai ajang membina iman dan taqwa tapi juga untuk meningkatkan ukhuwah, dan kembali memperbaharui niat untuk menghadapi Ujian Akhir Semester Genap. (Sheilla)

Leave a Comment