Bukan lagi saatnya menjadi singa betina di kandang sendiri…

Malang, lagi-lagi kesempatan hadir kembali kepada mahasiswi program studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor untuk kembali eksis di kancah nasional. Dalam perhelatan akbar SARASEHAN EKIS merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Universitas Brawijaya Malang, dimana lomba karya tulis ilmiah merupakan salah satu rentetan dari acara tersebut dan di tahun 2019 ini merupakan tahun perdana diadakan acara tersebut, dengan mengusung tema “The Use of Industrial revolution 4.0 on the Islamic Economics”. Selain sebagai ajang silaturahmi mahasiswa antar universitas se-Indonesia Sarasehan ekis-UB 2019 juga diharapkan mampu mewadahi ide dan gagasan dari generasi muda kreatif guna memberikan solusi yang inovatif terhadap masalah semakin maraknya perkembangan teknologi dan semakin eksisnya ekonomi islam di kacamata perekonomian dunia.

tim UNIDA kampus Putri

Rentetan seleksi yang diikuti sejak 20 Juni 2019 mengantarkan tim Universitas Darussalam Gontor yang terdiri dari Linda Latansa, Siti Hudaibiyah Yahya dan Sheilla Agnur Fitria Hidayatullah yang merupakan mahaiswi program studi Ekonomi Islam semester 3 untuk berjuang hingga menjadi 8 besar finalis yang diundang untuk mempresentasikan karyanya di Universitas Brawijaya selasa lalu (17/09/2019). Finalis lainnya merupakan delegasi dari berbagai Universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Brawijaya sendiri selaku tuan rumah, Universitas Lampung (UNILA), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (UNAIR) dengan 2 delegasi.

Foto bareng delegasi kampus lain

“Kami terpilih bukan karena kami hebat, tapi kami terpilih karena kami diberi kesempatan untuk mencoba” tutur salah seorang delegasi. Membawa nama baik Universitas Darussalam Gontor bukanlah suatu hal yang mudah bagi para delegasi, namun berkat dukungan, bimbingan, do’a serta ridho dari asatidz dan ustadzah yang selalu mengiringi mereka. “Unida selalu mendukung kalian, terus berusaha, jangan pernah berhenti untuk mencoba dan tetap terus berkarya! Do’a dan ridho kami selalu mengiringi” kenang mereka mengingat kembali pesan dan nasihat dari pengasuh Universitas Darussalam Gontor Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan, MIRKH. Meski belum mendapat kesempatan untuk lolos dalam 2 nominasi –best paper dan best presentation, namun finalis dari Universitas Darussalam Gontor mampu meraih urutan ke-5. “Ucapan terima kasih tak tertingga kepada asatidz dan ustadzah atas bimbingan dan dukungannya, terutama pembimbing kami Al-Ustadz Ahmad Lukman Nugraha yang senantiasa dengan sabar dan ikhlas membantu kami dalam penyelesaian karya tulis ilmiah kami”. Diakhir, penulis akan menutup artikel ini dengan pesan:

“Learn everything you can, anytime you can, from anyone you can; there will always come a time when you will be grateful you did”-Sarah Caldwell

Berkaya tanpa lelah, berjuang lillah (Sheilla)

Leave a Comment