BEGAN OUR VISIT IN INDONESIA STOCK EXCHANGE

Senin, 02 Maret 2020 sekitar pukul 09.00-11.30 WIB, Program Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor Semester 4 melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2008 Indonesia mengalami Bare risk, terjadinya inflasi merupakan naiknya harga barang dan menurunya nilai mata uang. Seperti halnya tahun 2011, harga beras Rp.7.631,/kg sedangkan ditahun 2020 harga beras meningkat menjadi Rp. 12.391,/kg. Maka ditemukannya solusi tepat untuk mengatasi inflasi yaitu dengan investasi. Adapun macam-macam investasi yaitu, membeli properti, saham, reksadana, obligasi, sukuk, dan emas.

Mengapa investasi? Di usia mendatang kisaran 25-30 tahun merupakan fase dimana manusia mulai menerima penghasilan, menikah, melakukan hobi, dan lain sebagainya. Selanjutnya di usia 30-55 tahun telah memasuki tahapan meningkatnya penghasilan, memiliki anak, tempat tinggal dan kendaran, membiayai pendidikan anak, serta biaya kesehatan. Menginjak usia 55 tahun keatas biaya kesehatan semakin meningkat dan sudah tidak lagi berpenghasilan. Maka dari itu investasi perlu dilakukan dan merupakan solusi yang paling tepat dalam mengentaskan permasalahan dalam dunia ekonomi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) diawasi oleh OJK yang menggantikan posisi Badan Pengawasan Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). adanya OJK ini dapat membantu Bursa Efek Indonesia untuk menjalankan  transaksinya atau back office yang dijual oleh para investor di pasar modal, dimana hal tersebut akan diawasi dan dipastikan hak dan kewajibannya Di Bursa Efek Indonesia terdapat Indeks Harga Saham Gabungan atau biasa disebut sebagai IHSG. Jika IHSG naik maka harga saham meningkat. Rata-rata investasi per tahun 2020 sebagai berikut saham 9,09%, obligasi Negara 8,15%, deposito 7,01%, emas 3,70%, dan tabungan 2,00%. Dapat dilihat dari data sebelumnya saham memiliki rata-rata tertinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang memerlukan dana jangka panjang (investor) dengan pihak yang memerlukan modal.

 Membeli saham berarti sama dengan menjadi pemilik perusahan tersebut. Pada umumnya saham dijual berdasarkan harga per lot nya. 1 lot berisi 100 lembar. Sebanyak 678 perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Peran pasar modal adalah membuat peraturan, menyebarluaskan informasi bursa, menyediakan sarana perdagangan efek, mencegah yang dilarang di bursa, dan menciptakan instrument.

 Kenapa harus melalui pasar modal? Karena mampu kalahkan inflasi, informasi mudah didapatkan, dan potensi imbal hasil signifikan.Reksadana adalah wadah menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya menginvestasikan dalam portofolio. Adapun macam-macam reksadana yaitu reksadana bareksa, reksadana syariah, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, dari keempat reksadana tersebut mudah untuk dikelola oleh manajer investasi atau manajemen biaya.

 Beberapa waktu yang lalu, pasar modal syariah telah di launching. Dasar hukum pasar modal syariah ini berbeda dengan dasar pasar modal konvensional. Bersumber dari Al-Qur’an menyatakan bahwa dasar hukum pasar modal itu bebas maissir, gharar, dan riba. Terdapat 24 fatwa DSN-MUI tahun 2000-2015, pasal 70 undang-undang no.8 tahun 1995 tentang pasar modal dan 10 aturan OJK 04 (POJK,04) tahun 2015-2017.Akad di pasar modal syariah, sebagai berikut:

1. Akad jual beli (ba’i)
2. Akad kerjasama (syirkah)
3. Akad sewa (ijarah)
4.  Akad pemberian kuasa (wakalah)
5. Akad penjaminan (kafalah)

DSN-MUI selain sebagai landasan pasar modal syariah, juga menjadi landasan dalam penyeleksian saham syariah, adapun isi sebagai berikut: pertama, jenis usaha tidak bertentangan dengan syariah, kedua total utang berbasis bunga dibandingkan total asset. Tidak lebih dari 45%, ketiga total pendapatan non halal, dibandingkan total pendapatan tidak lebih dari 10%.
Sebagai generasi milenial jiwa sadar investasi haruslah ditanamkan sejak dini. Sebab, barang siapa yang menanam pasti akan menuai. Karena masa muda adalah gambaran kecil dari masa tua mendatang. Maka berinvestasilah di masa muda mu sebelum menyesal di masa tua mu. (Alfi)

Leave a Comment