Bahayanya Dosa-Dosa Kecil Yang Sering Diabaikan

Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Maka dengan kata lain manusia adalah mahkluk yang selalu memiliki salah kepada manusia lainnya dan tak akan luput dari dosa baik dosa kecil maupun dosa besar. Namun meskipun demikian faktanya, jangan sampai kita terus-menerus terlena dengan meng-entengkan serta memaklumi diri bahwa kita penuh dengan lumuran dosa. Karena sebaik-baiknya manusia pendosa adalah ia yang ingin bertaubat. Seperti dijelaskan dalam hadits berikut, “Setiap anak Adam pernah berbuat dosa dan sebaik-baik yang berbuat dosa adalah yang bersegera bertaubat,“ (HR Muslim)

Sebab jika kita tidak segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah kita perbuat baik itu dari dosa kecil maupun dosa besar. Terutama untuk dosa-dosa kecil yang kadang sering kita tidak sadar telah melakukannya, misal membicarakan orang lain (menggunjing), menghina oranglain. Dosa-dosa kecil ini terkumpul, dan dia bisa membinasakan si pemiliknya. Nabi SAW Bersabda:

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berhimpun pada seseorang, sehingga akan membinasakannya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain disebutkan yang maknanya, bahwa setiap orang dari mereka membawa sebilah kayu bakar. Kemudian mereka menyalakan api dengannya hingga menjadi api unggun yang sangat besar, kemudian mereka terpanggang di atas api yang mereka nyalakan sendiri. Apabila seseorang menggampangkan perkara dosa kecil, ia akan meremehkannya sama sekali. Apabila seseorang sudah menggampangkan 1 dosa kecil, dengan mudahnya dia juga akan menggampangkan dosa kecil lainnya. Bayangkan jika dosa kecil ini dilakukan secara terus menerus sehingga dosa kecil ini bertumpuk menjadi dosa yang besar. Maka pelaku dosa besar yang masih merasa takut menjadi lebih baik darinya. Demikianlah perangkap setan untuk menjerat manusia.

Begitupun sebaliknya, apabila kita melakukan sesuatu yang baik meskipun itu sedikit, misalnya dengan membantu orang lain, maka itu akan menjadi pahala yang besar untuk kita. Dalam hal beribadahpun juga begitu, Allah lebih menyukai hambanya yang melakukan ibadah yang sedikit tapi dikerjakan dengan istiqomah atau terus-menerus. Semoga kita termasuk hamba yang dicintai oleh Allah SWT. (ISH)

Leave a Comment